Konten dari Pengguna

Peran Media Sosial dalam Aktivisme dan Gerakan Sosial

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Peran Media Sosial dalam Aktivisme. Sumber: Lisa Fotios/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Peran Media Sosial dalam Aktivisme. Sumber: Lisa Fotios/Pexels.com

Media sosial menjadi salah satu wadah gerakan aktivisme yang canggih dan terjaring yang bisa menghasilkan gerakan sosial. Hal ini menjelaskan bahwa, peran media sosial dalam aktivisme dan gerakan sosial memang nyata adanya.

Gerakan aktivisme yang muncul bisa berupa entitas dengan kumpulan pagar khusus. Tujuan gerakan aktivisme adalah untuk menggugat sebuah wacana politis. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak di sini!

Peran Media Sosial dalam Aktivisme

Ilustrasi: Peran Media Sosial dalam Aktivisme. Sumber: Magnus Mueller/Pexels.com

Budi Irawanto, dkk dalam buku berjudul Jagat Komunikasi Kontemporer : Ranah, Riset, dan Realitas menjelaskan bahwa aktivisme adalah aksi online yang tujuannya untuk merespon isu sosial yang muncul.

Aktivisme dalam ruang media sosial digalakkan memakai fitur tagar (tanda pagar atau hashtag). Medialitas media sosial yang menciptakan fitur tagar memungkinkan sebuah isu menjadi cepat viral dan menjadi topik tren di kalangan pengguna media sosial.

Penggunaan tagar bisa membuat pengguna melihat berbagai informasi yang beredar. Fitur tagar memberikan kesempatan gerakan sosial dan aktivisme untuk tumbuh subur.

Gerakan sosial yang muncul dalam kanal media sosial lewat tagar tidak hanya diinisiasi akun-akun aktivisme, namun juga akun personal individu.

Lebih jauh, peran media sosial dalam gerakan sosial dan aktivisme dapat dirangkum ke dalam tiga peran utama, yakni.

  1. Sarana untuk diseminasi informasi dan pengetahuan.

  2. Ruang untuk bersuara.

  3. Ekstensi atas gerakan-gerakan yang diinisiasi secara luring.

Contoh Tindakan Aktivisme

Dr. Sigit Surahman, S.Sn., M.Si. dalam buku berjudul Memahami Kajian Media Dan Budaya Pendekatan Multidisiplinerg menjelaskan bahwa salah satu studi kasus berhubungan dengan kajian media serta aktivisme sosial di Indonesia adalah peran media sosial dalam gerakan #ReformasiDikorupsi yang muncul sebagai respon terhadap isu korupsi di Indonesia

Dalam konteks gerakan #ReformasiDikorupsi, media sosial memungkinkan individu yang mempunyai kepedulian yang sama untuk berhubungan, saling berbagi cerita, serta menyuarakan ketidakpuasan terhadap tingginya korupsi di Indonesia.

Lewat kampanye daring serta penggunaan tagar, pesan dan tuntunan dalam gerakan ini bisa mencapai ribuan hingga jutaan orang dalam waktu singkat. Mereka kemudian bisa bebas bersuara dengan tujuan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.

Itulah penjelasan tentang peran media sosial dalam aktivisme dan gerakan sosial. (eK)