Konten dari Pengguna

Peran Para Mubaligh dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Hanya Ilustrasi: Peran Para Mubaligh dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia. Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Foto Hanya Ilustrasi: Peran Para Mubaligh dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia. Sumber: Pixabay.com

Penyebutan mubaligh diperuntukkan kepada seseorang yang menyampaikan ilmu dan ajaran-ajaran agama Islam kepada orang lain. Mubaligh sering disebut sebagai juru dakwah. Lantas, apa peran para mubaligh dalam penyebaran agama Islam di Indonesia?

Ketahui penjelasannya dalam uraian berikut ini!

Pengertian Mubaligh

Foto Hanya Ilustrasi: Peran Para Mubaligh dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia. Sumber: Pixabay.com

Mubaligh berasal dari kata muballigh dalam bahasa Arab. Kata ini mengakar pada kata ballagho, yang mempunyai arti penyampai atau diartikan sebagai menyampaikan. Syarat menjadi seorang mubaligh adalah:

  1. Harus mempunyai ilmu memahami Al-Qur’an dan Hadist dengan baik.

  2. Berperilaku baik dengan kepribadian positif.

  3. Loyal dan luwes dalam pergaulan dan senang membantu masyarakat.

  4. Dapat mengetahui dan menjelaskan retrorika (teknik membujuk seseorang).

  5. Menerapkan strategi dakwah variatif.

  6. Mempunyai pengetahuan yang luas.

  7. Siap secara fisik dan mental menyampaikan ajaran Islam dengan berbagai konsekuensinya.

Peran Mubaligh dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Hanifah dalam buku berjudul Perjalanan Syiar Agama Islam Syekh Mustafa Al Khalidiyah Bin Mahrum Mohammad Baqir Dari Sei Tabir-Pelalawan menjelaskan bahwa mubaligh sebagai subjek dakwah sebab ia adalah sosok yang melaksanakan latihan dakwah, baik yang sifatnya perseorangan maupun kelompok.

Peran mubaligh sangat penting dalam keberlangsungan penyampaian dakwah kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Islam di Indonesia. Inilah beberapa peran mubaligh, antara lain:

  1. Menyiarkan agama Islam, yakni dengan cara mendirikan masjid atau tempat-tempat pendidikan Islam berupa madrasah dan pondok pesantren.

  2. Mengajarkan sekaligus menyebarkan ilmu agama dan hukum Islam kepada masyarakat Indonesia melalui suatu kajian di majelis.

  3. Memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia tentang bagaimana ajaran Islam yang baik dan dan menjauhi keburukan.

Seorang mubaligh dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat tidak boleh sembarangan. Ada aturan yang harus diperhatikan agar bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan benar. Ini beberapa diantaranya, yaitu:

  1. Pesan yang disampaikan harus tercantum dalam kalimat yang disampaikan.

  2. Gaya bahasa harus sesuai dengan momennya dan mengetahui informasi tentang lawan bicara.

  3. Kalimat yang diucapkan tidak bertele-tele, tetapi tidak juga pendek. Kalimat yang disampaikan harus jelas, padat, namun berisi, dan kalimatnya cukup, tidak kurang.

  4. Mubaligh harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan lawan bicara.

  5. Gaya bahasa sesuai dengan kondisi mentalitas lawan bicara atau jamaah.

Demikianlah peran para mubaligh dalam penyebaran agama Islam di Indonesia yang menarik untuk diketahui. Semoga bermanfaat. (eK)