Peran Perempuan di Balik Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Tokoh-tokohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumpah Pemuda merupakan ikrar yang menjadi simbol semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Selain laki-laki, ada pula tokoh serta peran perempuan di balik Sumpah Pemuda.
Salah satu tokoh tersebut bernama Nona Poernomowoelan. Poernomowoelan merupakan seorang guru yang menjadi perwakilan pemuda Taman Siswa sekaligus menjadi pembicara pada Kongres Pemuda II.
Peran Perempuan di Balik Sumpah Pemuda
Ketika mendengar kata “pemuda”, beberapa orang akan merujuk kepada laki-laki muda sebab kata untuk merujuk perempuan muda adalah pemudi. Padahal kata pemuda dalam bahasa Indonesia mencakup laki-laki dan perempuan, bukan salah satunya.
Mengutip dari laman KBBI VI Daring, kbbi.kemdikbud.go.id, arti kata pemuda adalah orang yang masih muda, orang muda, atau taruna. Jadi, jelas bahwa kata pemuda dalam bahasa Indonesia dapat meliputi laki-laki dan perempuan.
Konteks tersebut juga terlihat jelas dalam Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan simbol semangat nasionalisme bangsa Indonesia yang terbentuk dari Kongres Pemuda II.
Kongres tersebut memiliki banyak tokoh penting, baik itu laki-laki maupun perempuan. Beberapa nama tokoh perempuan di balik Sumpah Pemuda adalah Poernomowoelan, Poeradiredja, serta Soendari.
Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai peran perempuan di balik Sumpah Pemuda yang terbentuk pada tahun 1928.
1. Poernamawoelan
Nona Poernamawoelan merupakan seorang guru sekaligus perwakilan dari pemuda Taman Siswa. Poernamawoelan berperan sebagai pembicara pertama pada mimbar Kongres Pemuda II.
2. Poeradiredja
Emma Poeradiredja merupakan tokoh perempuan yang aktif dalam berbagai organisasi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Poeradiredja menjabat sebagai Ketua Cabang Bandung Jong Islamieten Bond pada Kongres Pemuda II.
3. Soendari
Siti Soendari merupakan adik dari dr. Soetomo. Soendari berpidato tentang rasa cinta Tanah Air pada Kongres Pemuda II.
Tokoh Laki-Laki dalam Sumpah Pemuda
Setelah menyimak penjelasan tentang konsep kata “pemuda” serta tokoh Kongres Pemuda II, jelas bahwa Sumpah Pemuda lahir dari gagasan orang muda di Indonesia. Selain perempuan, laki-laki pun memiliki peran yang sama penting dalam Sumpah Pemuda.
Peran laki-laki dalam Sumpah Pemuda dapat terlihat dari susunan kepanitiaan Kongres Pemuda II. Mengutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, Abdurakhman dan Arif (2019: 110), beberapa panitia dalam Kongres Pemuda II, yaitu:
Soegondo Djojopoespito dari PPPI yang menjabat sebagai ketua.
Djoko Marsaid dari Jong Java yang menjabat sebagai wakil ketua.
Muhammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond yang menjabat sebagai sekretaris.
Amir Syarifuddin Harahap dari Jong Bataks Bond yang menjabat sebagai bendahara.
Demikian jelas bahwa peran perempuan di balik Sumpah Pemuda adalah Poernamawoelan, Poeradiredja, dan Soendari. Tidak hanya perempuan, laki-laki pun memiliki peran yang penting dalam Sumpah Pemuda tahun 1928. (AA)
