Peran Rakyat dalam Revolusi Nasional yang Penting Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat banyak sekali peran rakyat dalam Revolusi Nasional yang menjadi sejarah penting bagi Indonesia.
Dikutip dari buku Manajemen Revolusi oleh Syarifuddin, revolusi di Indonesia telah terjadi bertahun-tahun silam dengan berbagai macam situasi dan kondisi dalam metode serta durasi dan ideologi motivasi yang juga berbeda.
Lantas, apa peran rakyat dalam Revolusi Nasional?
Peran Rakyat dalam Revolusi Nasional
Berikut ini berbagai peran rakyat dalam Revolusi Nasional yang mengandung banyak makna perjuangan:
1. Gerak Cepat Bentuk Pasukan
Pada 7 September 1945, mantan perwira Heiho dan Gyugun menggelar pertemuan dengan mantan pasukan lain di rumah dekat Masjid Jami' Bengkulu.
Terdapat tiga poin penting yang dihasilkan, yaitu pembentukan barisan bersenjata, bergerak tepat dan cepat, serta mengadakan temuan susulan lebih besar.
Kemudian, pada 10 September 1945, diadakan pertemuan kembali di rumah Nawawi Manaf dengan komposisi lebih besar dan lengkap. Hasilnya adalah dibentuk sebuah organisasi perjuangan bernama Barisan Pemuda Indonesia (BPI) dengan ketua Nawawi Manaf.
Di tanggal yang sama juga, berdiri organisasi perjuangan dengan nama Barisan Perjuangan Republik Indonesia. Selain itu, di berbagai tempat lainnya juga dibentuk organisasi lainnya.
Barisan-barisan perjuangan tersebut kemudian terus bekembang lebih besar menjadi pasukan terorganisasi bernama Penjaga Keamanan Rakyat (PKR). Mereka bertugas mengamankan kawasan-kawasan Bengkulu.
2. Pertempuran
Peran rakyat dalam Revolusi Nasional berikutnya adalah dengan terjadinya pertempuran. Pada 10 September, Jepang mengeluarkan maklumat yang berkata bahwa mereka masih berkuasa atas tatanan Bengkulu.
Akibatnya, para tentara Jepang berpatroli sambil membawa senapan lengkap. Selain itu, Jepang juga memasang poster Ratu Meyer sebagai simbol besar penjajahan di Lobi Hotel Centrum.
Hingga suatu malam, pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) menurunkan poster dan menghamburkannya di tengah jalan. Dari situlah, peperangan pecah.
Pimpinan perang tersebut, Mayor Santoso, berhasil membunuh seorang pengawal Jepang hanya dengan berbekal pedang. Sayangnya, ia harus gugur setelah terkena tembakan beruntun.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai peran rakyat dalam Revolusi Nasional yang dapat dipelajari.(LAU)
