Peran Sultan Mehmed 1 dalam Perkembangan Daulah Usmani Turki

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sultan Mehmed 1 merupakan Sultan Utsmaniyah yang berkuasa antara tahun 1413-1421. Salah satu peran Sultan Mehmed 1 dalam perkembangan Daulah Usmani Turki yaitu menyatukan kembali wilayah Ottoman.
Pada dasarnya, Sultan Mehmed 1 menjadi sultan setelah Negara Utsmani mengalahkan saudara-saudaranya dalam perebutan takhta. Perebutan takhta ini terjadi selama belasan tahun sepeninggal ditawannya ayah mereka, Sultan Bayezid I oleh Timur Lenk.
Dikutip dari www.britannica.com, berikut ini peran besar Sultan Mehmed 1 dalam perkembangan Daulah Usmani Turki.
Peran Sultan Mehmed 1 dalam Perkembangan Daulah Usmani
Sultan Mehmed 1 memiliki banyak pencapaian dan peran yang membuatnya sering dijuluki sebagai pendiri kedua Utsmaniyah. Berikut ini peran Sultan Mehmed 1 dalam perkembangan Daulah Usmani Turki.
1. Menyatukan Kembali Wilayah Ottoman
Mehmed 1 atau sering disebut Sultan Mehmed memiliki peran yang besar dalam menyatukan kembali wilayah Ottoman. Mengingat wilayah Ottoman pernah terpecah setelah kekalahan Ankara (1402).
Pada waktu itu, Sultan Mehmed 1 memerintah di Anatolia dan setelah tahun 1413 memerintah di Balkan, Timur (Tamerlane). Ia menang atas Sultan Ottoman Bayezid I di Pertempuran Ankara.
Sehingga kerajaan yang telah dianeksasi dapat kembali diambil oleh Ottoman ke Turkmenistan dan dibagikanlah sisa wilayah untuk tiga putra Bayezid. Jadi, Mehmed 1 memerintah di Amasya, Isa di Bursa, dan Suleyman di Rumelia (tanah Balkan di bawah kendali Ottoman).
2. Kebijakan Menahan Diri
Selama masa pemerintahan, Sultan Mehmed 1 menerapkan kebijakan yang relatif menahan diri di Balkan. Meski ia mengurangi kebijakan Walachia yang berstatus bawahan (1416), ia memperoleh wilayah di Albania (1417) serta melakukan penyerbuan ke Hongaria.
Sultan Mehmed 1 juga memulihkan kendali Utsmaniyah di Anatolia atas sebagian besar provinsi di bagian barat. Selain itu, juga mengurangi kekuasaan Kerajaan Karaman (di Konya).
Bahkan Mehmed 1 juga berhasil menumpas pemberontakan sosio-religius (1416) yang diilhami oleh Bedreddin, yang pernah menjadi hakim ketua di bawah Musa. Mehmed juga mengatasi ancaman dari orang yang berpura-pura dan mengaku sebagai saudaranya, Mustafa.
Peran Sultan Mehmed 1 dalam perkembangan Daulah Usmani Turki sangat beragam, tapi belum banyak orang tahu. Hal ini juga yang membuat Sultan Mehmed 1 dijuluki sebagai pendiri kedua Utsmaniyah. (DSI)
