Peran Wanita Selama Revolusi Prancis Beserta Kisah Perjuangannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peran Wanita selama Revolusi Prancis berawal dari rasa geram sehingga mengadakan forum untuk membahas hak perempuan.
Dikutip dari buku Why? The Social Contract Rousseau, Revolusi Prancis terjadi di akhir abad ke 18 yang merupakan peristiwa sejarah ketika rakyat Prancis mulai mengklaim hak yang sama dari setiap individu.
Dalam Revolusi Prancis, terdapat peran dari berbagai pihak, termasuk wanita. Bagaimana penjelasannya?
Peran Wanita Selama Revolusi
Tak hanya laki-laki yang berjuang dalam Revolusi Prancis, melainkan perempuan juga mempunyai andil. Sayangnya, peran wanita dalam peristiwa tersebut jarang disorot sehingga sedikit yang mengetahuinya.
Selama Raja Louis XVI memimpin, wanita sekedar dianggap sebagai sosok dengan tugas mengurus rumah tangga. Hal ini sejalan dengan diskriminasi gender. Bahkan, wanita tidak mempunyai hak di dalam ranah politik.
Tentunya hal tersebut menyebabkan wanita bangsawan menjadi geram. Oleh karena itu mereka menyelenggarakan forum pada sebuah salon milik anak menteri keuangan Jacques Necker, Germaine de Stael.
Dalam pertemuan tersebut de Stael memberi ide untuk menuntut hak individu serta pendidikan bagi wanita. Gagasan tersebut diajukan pada sebuah lembaga wakil rakyat yang bernama Estate General yang justru tidak digubris.
Sampai pada suatu masa dimana Raja Louis XVI membuat kebijakan yang menyiksa rakyat. Salah satunya menaikkan pajak dan harga roti sehingga roti semakin langka. Dampaknya, kaum wanita semakin geram.
Sebanyak 6.000-10.000 orang menyerbu pasar di Paris sambil membawa pedang dan pisau. Mereka mengambil alih balai kota dengan tujuan meminta stok roti diperbanyak.
Hal tersebut terjadi bersamaan dengan dimulainya Revolusi Prancis 1789. Kaum revolusioner berniat menggulingkan rezim Louis XVI karena tindakannya yang sewenang-wenang.
Bertemunya kaum revolusioner dengan demonstran kemudian membawa mereka menuju istana raja di Versailles yang menjadi perembunyian Louix XVI sekeluarga. Saat bertemu, sang raja dituntut untuk bertanggung jawab atas komoditas pangan yang langka.
Raja memberi makanan dari toko kerajaan sambil berjanji memberi lebih banyak. Sebagian demonstran memutuskan pulang, namun sebagian lagi menetap karena tidak percya.
Emosi mereka semakin memuncak yang ditunjukkan dengan menyerbu istana dan mencari sang ratu yang senang hidup mewah memakai uang rakyat. Garda Nasional akhirnya mampu meredam kerusuhan sebelum ratu ditemukan.
Louis XVI kemudian memutuskan kembali ke Paris melihat kondisi yang semakin membahayakan. Aksi ini dikenal dengan Pawai Wanita dalam Revolusi Prancis 1789. Mereka berhasil membut raja kembali ke Paris untuk mengadapi protes rakyat.
Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai peran wanita selama Revolusi Prancis.(LAU)
