Perbedaan antara Penjelajahan Samudra Portugis dan Spanyol di Wilayah Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana perbedaan antara penjelajahan samudra Portugis dan Spanyol di wilayah Indonesia?
Dikutip dari laman smpibrahimy3sukorejo.sch.id, penjelajahan samudra dilalukukan oleh bangsa Eropa diberbagai belahan dunia dimulai dari penjelajahan samudra pada abad 15 hingga pertengahan abad 18. Salah satu wilayahnya adalah Indonesia.
Perbedaan antara Penjelajahan Samudra Portugis dan Spanyol di Wilayah Indonesia yang Penting Diketahui
Perbedaan antara penjelajahan samudra Portugis dan Spanyol di wilayah Indonesia adalah rute pelayaran dan wilayah yang diduduki. Begini penjelasannya secara rinci.
1. Rute Pelayaran
Dikutip dari laman museumpendidikannasional.upi.edu, Bangsa Portugis dikenal sebagai penjelajah samudra yang ulung.
Keberhasilan mereka didukung oleh teknologi pembuatan kapal yang canggih dan pengetahuan mendalam tentang geografi serta astronomi, yang sebagian besar mereka peroleh dari bangsa Arab.
Mereka juga mencatat sejarah sebagai bangsa Eropa pertama yang memulai penjajahan di Indonesia. Sementara Spanyol merupakan bangsa Eropa kedua yang datang ke Indonesia.
Rute pelayaran bangsa Portugis ke Indonesia adalah dari Pelabuhan Lisabon, Portugal, melalui pantai barat Afrika, Tanjung Harapan, India, Malaka, dan akhirnya Maluku.
Rute pelayaran bangsa Spanyol ke Indonesia adalah dari Spanyol ke Samudra Atlantik, benua Amerika, ujung selatan benua Amerika, Samudra Pasifik, Filipina, hingga Maluku.
2. Wilayah yang Diduduki
Berikut ini adalah wilayah yang diduduki oleh Portugis dan Spanyol di Indonesia.
Portugis menduduki Malaka pada tahun 1511. Negara ini menaklukkan Malaka dan membangun benteng di sana. Lalu melakukan perluasan ke Maluku pada tahun 1512 dan memonopoli perdagangan di Maluku.
Wilayah yang diduduki oleh Spanyol di Indonesia adalah Maluku dan Sulawesi Utara. Spanyol mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521.
Portugis dan Spanyol melakukan penjelajahan samudra untuk mencari rempah-rempah, penyebaran agama Katolik, dan menguasai perdagangan. Meski memiliki tujuan yang sama, tetapi kedua negara ini juga pernah terlibat perselisihan dan perang di Maluku.
Perang antara Portugis dan Spanyol di Maluku diakhiri dengan Perjanjian Saragosa. Perjanjian ini memerintahkan Spanyol untuk meninggalkan Maluku dan memusatkan perdagangannya di Filipina.
Sementara itu, Portugis diperbolehkan untuk tetap melakukan aktivitas perdagangannya di Maluku.
Demikian penjelasan perbedaan antara penjelajahan samudra Portugis dan Spanyol di wilayah Indonesia.
Baca Juga: Perbandingan Kondisi Indonesia pada Masa Penjajahan dengan Masa Kemerdekaan
