Perbedaan Pandangan antara Golongan Tua dan Golongan Muda Menjelang Proklamasi

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
11 Juni 2024 21:09 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda menjelang proklamasi kemerdekaan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda menjelang proklamasi kemerdekaan. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda menjelang proklamasi kemerdekaan terjadi karena adanya perbedaan keinginan dan harapan mengenai sistematika pelaksanaan.
ADVERTISEMENT
Artikel di bawah ini akan memaparkan lebih lanjut mengenai perihal tersebut dan solusi yang akhirnya disepakati oleh kedua pihak.

Perbedaan Pandangan antara Golongan Tua dan Golongan Muda Menjelang Proklamasi

Ilustrasi perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda menjelang proklamasi kemerdekaan. Foto: Pixabay
Dalam buku Pengetahuan Sosial Sejarah yang ditulis Tugiyono dikatakan bahwa berita menyerahnya Jepang tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 dengan cepat menyebar ke seluruh warga Indonesia.
Berita tersebut menimbulkan perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua menginginkan kalau proklamasi kemerdekaan diadakan menunggu hasil sidang PPKI.
Sukarno dan Hatta tidak ingin memproklamasikan kemerdekaan pada 15 Agustus 1945, tanpa adanya peran serta dari PPKI. Keduanya tetap pada pendirian untuk lebih dulu membahas pelaksanaan proklamasi.
Sedangkan, golongan muda justru mendesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Beberapa nama yang menginginkan proklamasi kemerdekaan segera, antara lain Sutan Syahrir, Syudanco Singgih, Yusuf Kunto, Sukarni, dan Iwa Kusumasumantri.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan buku Modul Resmi Seleksi Masuk Tes CPNS 2017, golongan muda terus mendesak Soekarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan karena mereka tidak ingin kemerdekaan Indonesia disangkutpautkan dengan Jepang.
Para pemuda tidak ingin kalau kemerdekaan negara Indonesia dianggap sebagai hadiah yang didapatkan dari Jepang yang justru sudah menjajah bangsa.
Perbedaan pandangan inilah alasan utama adanya peristiwa bersejarah penculikan Soekarno dan Hatta oleh para pemuda ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.
Ketika itu, Achmad Soebardjo menjadi tokoh yang melakukan negosiasi dengan golongan muda dengan mengadakan pertemuan di Jakarta.
Baru pada saat rapat itulah, terjadi kesepakatan antara tentang tata cara pelaksanaan proklamasi kemerdekaan di Jakarta antara golongan tua dan golongan muda.
Achmad Soebardjo berjanji akan segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan tanpa campur tangan Jepang asal para pemuda membawa Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
Begitu dua tokoh golongan tua tersebut kembali ke Jakarta, naskah proklamasi segera dirumuskan dan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Demikian adalah pembahasan mengenai perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda menjelang proklamasi kemerdekaan.