Perbedaan Seinendan dan Keibodan sebagai Gerakan Bentukan Jepang

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seinendan dan Keibodan merupakan organisasi semi militer bentukan Jepang di Indonesia. Namun, terdapat perbedaan Seinendan dan Keibodan yakni karena alasan pembentukannya.
Berikut akan dibahas lebih lengkap mengenai perbedaan Seinendan dan Keibodan yang menarik untuk diketahui.
Perbedaan Seinendan dan Keibodan
Dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3 karya Ratna Sukmayani, dkk, dibahas mengenai dua organisasi semi militer Jepang tersebut serta perbedaannya.
Seinendan adalah organisasi barisan pemuda yang dibentuk pada 9 Maret 1943 dengan tujuan untuk mendidik dan melatih para pemuda untuk mempertahankan tanah air dengan kekuatan sendiri.
Sebenarnya, pembentukan organisasi tersebut ada maksud terselubung yakni mempersiapkan pemuda Indonesia untuk membantu militer Jepang menghadapi tentara sekutu.
Seinendan dibina dan dilatih oleh Menteri Dalam Negeri Bagian Pengajaran, Olah Raga, dan Seinendan. Seinendan memiliki bagian khusus putri yang bernama Josyi Seinendan yang didirikan pada 1944.
Syarat untuk menjadi anggota Seinendan adalah pria yang berusia berusia 14-22 tahun. Tidak hanya merekrut pria di desa dan sekolah, tapi juga ke pabrik dan perumahan.
Tokoh Indonesia yang pernah menjadi anggota Seinendan yaitu, Sukarni dan Latief Hendraningrat, di mana mereka diajarkan latihan dasar kemiliteran tanpa menggunakan senjata.
Keibodan adalah organisasi barisan pembantu polisi yang didirikan pada 29 april 1943 dengan tugas mengatur lalu lintas dan pengamanan di desa-desa.
Syarat untuk menjadi anggota Keibodan adalah laki-laki berusia antara 26 - 35 tahun yang memiliki fisik sehat dan kepribadian yang baik.
Keibodan dikenal dengan nama Bogodan di Sumatera dan Borneo Konan Hokokkudan di Kalimantan. Sedangkan, Keibodan yang anggotanya terdiri dari orang Tionghoa bernama Kakyo Keibotai.
Pembina Keibodan adalah Departemen Kepolisian (Keimubu). Pelatihan Keibodan dilaksanakan di Sukabumi yang kini menjadi Sekolah kepolisian.
Jika Seinendan memiliki anggota hingga 2 juta orang, maka Keibodan memiliki anggota hingga 1 juta orang yang keduanya tersebar di seluruh penjuru Indonesia.
Bisa disimpulkan bahwa perbedaan Seinendan dan Keibodan terletak pada tujuan pembentukan, syarat untuk menjadi anggota, juga jumlah pesertanya.
Demikian beberapa perbedaan Seinendan dan Keibodan yang merupakan organisasi semi militer bentukan Jepang di Indonesia. (SP)
