Konten dari Pengguna

Perbedaan Sinkronik dan Diakronik di Dalam Sejarah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perbedaan diakronik dan sinkronik dalam sejarah. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perbedaan diakronik dan sinkronik dalam sejarah. Sumber foto: Unsplash

Dalam sejarah, terdapat dua metode berpikir yakni diakronik dan sinkronik. Keduanya dipakai untuk mengungkapkan, meneliti, dan menjabarkan sebuah peristiwa sejarah yang tak pernah lepas oleh ruang dan waktu.

Meski begitu, kedua metode tersebut sebenarnya tidaklah sama. Lalu, apa saja perbedaan sinkronik dan diakronik dalam sejarah?

Perbedaan Sinkronik dan Diakronik Dalam Sejarah

Ilustrasi foto perbedaan sinkronik dan diakronik dalam sejarah. Sumber foto: Unsplash

Untuk menjabarkan dan mengungkapkan sebuah sejarah, diperlukan sebuah metode. Pada sejarah sendiri terdapat dua metode penting, yakni diakronik dan sinkronik. Keduanya mempunyai peran penting untuk meneliti sejarah.

Dalam buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia milik Tim Ganesha Operation, diakronik artinya memanjang dalam waktu, namun terbatas pada ruang. Para sejarawan wajib untuk melihat sebuah peristiwa secara diakronik

Sementara dalam buku Sejarah Indonesia: untuk SMK Kelas X, berpikir secara sinkronik adalah meluas dalam ruang namun terbatas dalam waktu. Metode ini menganalisa suatu peristiwa pada inti atau hal pokok saja.Umumnya, sinkronik digunakan dalam ilmu-ilmu sosial.

Jadi, perbedaan keduanya bisa terlihat dalam konsep. Jika sinkronik menjabarkan kehidupan sosial masyarakat berdasarkan sejumlah aspek, diakronik menjabarkan secara memanjang berdasarkan dimensi waktu.

Selain itu, pendekatan diakronik juga lebih menekankan pada aspek waktu, sementara sinkronik tidak terlalu fokus pada aspek tersebut. Pendekatan diakronik sendiri membantu peneliti sejarah untuk berpikir secara kronologis.

Perbedaan Ciri Metode Sinkronik dan Diakronik

Pemikiran diakronik memiliki beberapa ciri, antara lain:

  • Lebih menekankan proses durasi dan waktu

  • Cakupan pembahasan lebih luas dan teliti

  • Mengurai pembahasan sebuah peristiwa dengan detail

  • Di antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya saling menyambung

Sementara ciri berpikir sinkronik adalah sebagai berikut.

  • Sinkronik menggunakan kerangka berpikir kehidupan sosial masyarakat yang meluas pada ruang. Metode ini bertujuan untuk memperdalam ruang tertentu, dan tidak berdimensi pada waktu

  • Sinkronik memandang kehidupan sosial seperti sebuah sistem yang telah tersusun dan berkaitan satu sama lain

  • Sinkronik menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif, yakni setiap bagian dijelaskan secara detail dan menyeluruh

  • Sinkronik menjelaskan sebuah struktur hingga fungsi dari masing-masing unit

  • Sinkronik biasa digunakan pada ilmu sosial seperti geografi, politik, antropologi, ekonomi, sosiologi, dan arkeologi

Demikian penjelasan mengenai perbedaan sinkronik dan diakronik dalam sejarah. Semoga membantu! (RAF)