Perbedaan Sinkronik dan Diakronik di Dalam Sejarah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sejarah, terdapat dua metode berpikir yakni diakronik dan sinkronik. Keduanya dipakai untuk mengungkapkan, meneliti, dan menjabarkan sebuah peristiwa sejarah yang tak pernah lepas oleh ruang dan waktu.
Meski begitu, kedua metode tersebut sebenarnya tidaklah sama. Lalu, apa saja perbedaan sinkronik dan diakronik dalam sejarah?
Perbedaan Sinkronik dan Diakronik Dalam Sejarah
Untuk menjabarkan dan mengungkapkan sebuah sejarah, diperlukan sebuah metode. Pada sejarah sendiri terdapat dua metode penting, yakni diakronik dan sinkronik. Keduanya mempunyai peran penting untuk meneliti sejarah.
Dalam buku Pasti Bisa Sejarah Indonesia milik Tim Ganesha Operation, diakronik artinya memanjang dalam waktu, namun terbatas pada ruang. Para sejarawan wajib untuk melihat sebuah peristiwa secara diakronik
Sementara dalam buku Sejarah Indonesia: untuk SMK Kelas X, berpikir secara sinkronik adalah meluas dalam ruang namun terbatas dalam waktu. Metode ini menganalisa suatu peristiwa pada inti atau hal pokok saja.Umumnya, sinkronik digunakan dalam ilmu-ilmu sosial.
Jadi, perbedaan keduanya bisa terlihat dalam konsep. Jika sinkronik menjabarkan kehidupan sosial masyarakat berdasarkan sejumlah aspek, diakronik menjabarkan secara memanjang berdasarkan dimensi waktu.
Selain itu, pendekatan diakronik juga lebih menekankan pada aspek waktu, sementara sinkronik tidak terlalu fokus pada aspek tersebut. Pendekatan diakronik sendiri membantu peneliti sejarah untuk berpikir secara kronologis.
Perbedaan Ciri Metode Sinkronik dan Diakronik
Pemikiran diakronik memiliki beberapa ciri, antara lain:
Lebih menekankan proses durasi dan waktu
Cakupan pembahasan lebih luas dan teliti
Mengurai pembahasan sebuah peristiwa dengan detail
Di antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya saling menyambung
Sementara ciri berpikir sinkronik adalah sebagai berikut.
Sinkronik menggunakan kerangka berpikir kehidupan sosial masyarakat yang meluas pada ruang. Metode ini bertujuan untuk memperdalam ruang tertentu, dan tidak berdimensi pada waktu
Sinkronik memandang kehidupan sosial seperti sebuah sistem yang telah tersusun dan berkaitan satu sama lain
Sinkronik menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif, yakni setiap bagian dijelaskan secara detail dan menyeluruh
Sinkronik menjelaskan sebuah struktur hingga fungsi dari masing-masing unit
Sinkronik biasa digunakan pada ilmu sosial seperti geografi, politik, antropologi, ekonomi, sosiologi, dan arkeologi
Demikian penjelasan mengenai perbedaan sinkronik dan diakronik dalam sejarah. Semoga membantu! (RAF)
