Konten dari Pengguna

Perjuangan Martha Christina Tiahahu Melawan Portugis di Maluku dan Sejarahnya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
8 Juni 2024 21:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi perjuangan martha christina tiahahu melawan portugis di maluku. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perjuangan martha christina tiahahu melawan portugis di maluku. Sumber: pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Martha Christina Tiahahu termasuk ke dalam jajaran pahlawan nasional Indonesia yang sejajar dengan Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika. Perjuangan Martha Christina Tiahahu melawan Portugis di Maluku berawal dari menggantikan Pattimura.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, terdapat empat bangsa Eropa yang datang ke wilayah Maluku, yaitu terdiri atas bangsa Portugis yang tiba tahun 1512 di daerah Banda, bangsa Spanyol di tahun 1521 di Tidore, Belanda tahun 1590 di Hitu dan terakhir Inggris tahun 1602 di Banda.
Perjuangan melawan Portugis diawali dengan kepemimpinan Kapitan Pattimura yang setelahnya digantikan oleh Martha Christina Tihahu demi perjuangan mengusir penjajahan bangsa Eropa, khususnya bangsa Portugis dan Belanda pada masanya.

Perjuangan Martha Christina Tiahahu Melawan Portugis di Maluku

Ilustrasi perjuangan martha christina tiahahu melawan portugis di maluku. Sumber: pixabay
Martha Christina Tiahahu yang lahir tanggal 4 Januari tahun 1800 di wilayah Nusalaut Maluku sudah menunjukkan sifat keberaniannya.
Martha Christina Tiahahu tidak hanya piawai mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebagaimana yang biasa dilakukan wanita pada zamannya, tetapi juga lihai dalam medan pertempuran dalam melawan bangsa Eropa di tanah Maluku.
ADVERTISEMENT
Martha Christina Tiahahu sempat pernah tertangkap oleh penjajah bersama dengan ayahnya sendiri dan pejuang kemerdekaan lainnya, namun Martha Christina Tiahahu semangatnya tidak pernah padam. Setelah ayahnya meninggal, bahkan menjadi lebih berkobar lagi semangat juang meskipun tentu saja lebih membahayakan nyawanya.
Tidak hanya bermodal keberanian, Martha Christina Tiahahu juga memiliki sifat kepemimpinan alami yang progresif. Martha Christina Tiahahu berhasil memberi keyakinan kepada para pejuang lainnya bahwasanya kemerdekaan merupakan hak setiap bangsa tanpa terkecuali.
Perjuangan tanpa mengenal lelah dilakukannya tanpa pengecualian. Meskipun seorang perempuan, Martha Christina Tiahahu tidak pernah gentar dalam keadaan apapun dalam pertempuran. Aksinya yang heroik seperti melempar batu saat perbekalan ketersediaan amunisi habis sampai membuat pihak penjajah terkagum padanya.
ADVERTISEMENT
Dalam perjuangannya, Martha Christina Tiahahu tertangkap kembali dan dibawa ke Pulau Jawa hingga dipekerjakan secara paksa di perkebunan kopi milik pihak penjajah.
Meskipun dalam keadaan lemah dan sulit di luar pulau tempat kelahirannya, Martha Christina Tiahahu tetap berusaha tanpa kenal lelah sampai tiba akhir hayatnya di tanggal 2 Januari 1818, dua hari sebelum dirinya genap berusia delapan belas tahun.
Demikian penjelasan mengenai perjuangan Martha Christina Tiahahu melawan Portugis di Maluku. (ARH)