Konten dari Pengguna

Perkembangan Ekonomi pada Masa Reformasi yang Perlu Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perkembangan ekonomi pada masa reformasi, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perkembangan ekonomi pada masa reformasi, sumber foto: Tom Fisk by pexels.com

Era reformasi menjadi tanda berakhirnya pemerintahan orde baru yang dijalankan di bawah kekuasaan Presiden Soeharto. Ada banyak perkembangan ekonomi pada era reformasi yang membuat bangsa Indonesia sedikit demi sedikit berkembang.

Sejak terjadinya krisis moneter pada tahun 1997, presiden Soeharto akhirnya mundur dari jabatannya. Kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie sebagai wakil presiden, ini juga menjadi tanda dimulainya era reformasi.

Dikutip dari buku Sejarah SMA/MA Kls XII-IPA karya H. Purwanta, J. Sumardianta, A. Ferry T. Indratno, dan Ignaz Kingkin Teja Angkasa, berikut perkembangan ekonomi secara lengkap pada masa reformasi.

Perkembangan Ekonomi pada Masa Reformasi

Ilustrasi perkembangan ekonomi pada masa reformasi, sumber foto: Alifia Harina by pexels.com

Indonesia pada reformasi sedang menghadapi krisis ekonomi besar-besaran, di mana nilai tukar rupiah melemah. Namun pemerintah tetap gencar melakukan penyelamatan ekonomi. Berikut beberapa perkembangan ekonomi pada masa reformasi.

1. Pemerintahan B.J. Habibie

Ada berbagai kebijakan yang ditetapkan pada masa kepemimpinan B.J. Habibie di bidang ekonomi, seperti penanggulangan krisis ekonomi. Caranya dengan mengendalikan nilai rupiah agar tidak semakin menurun.

Selain itu, juga menyediakan kebutuhan bahan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau.

2. Pemerintahan Abdurrahman Wahid

Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, kondisi ekonomi Indonesia mulai stabil. Meski terkadang nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika kembali melemah hinga mencapai 12 ribu pada bulan April 2001.

Nilai tukar yang melemah ini berdampak negatif pada perekonomian nasional serta menghamba usaha pemulihan ekonomi.

3. Pemerintahan Megawati Soekarnoputri

Pemerintahan Megawati Soekarnoputri berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika, sehingga harga barang dapat terkendali. Bahkan tingkat inflasi rendah dan candangan devisa negara cenderung stabil.

Sayangnya pertumbuhan ekonomi pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri masih tergolong rendah.

4. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono

Ekonomi Indonesia mulai mengalami perkembangan yang cukup baik pada masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini terlihat dari rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 5-6 persen per tahun.

Selain itu, Indonesia memiliki kemampuan yang baik dalam bertahan dari pengaruh krisis ekonomi dan finansial di zona Eropa.

Perkembangan ekonomi pada masa reformasi memang memiliki sejarah panjang, mulai dari krisis, kestabilan ekonomi hingga peningkatannya. Setiap pemerintahan tentu memiliki upaya tersendiri dalam menyelamatkan ekonomi Indonesia. (DSI)