Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Zaman Daulah Abbasiyah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Daulah Abbasiyah terutama terjadi selama masa pemerintahan tujuh khalifah, mulai al-Mahdi hingga al-Mutawakkil.
Lalu bagaimana proses perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Daulah Abbasiyah? Simak artikel berikut untuk mendapat jawabannya.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Zaman Daulah Abbasiyah
Dalam sebuah jurnal berjudul Meneladani Ilmuwan Muslim pada Masa Abbasiyah oleh Kemenag RI, dituliskan bahwa Islam mencapai puncak kejayaan pada masa tujuh khalifah.
Berbagai ilmu pengetahuan tumbuh dan berkembang pesat juga menjadi pondasi utama perkembangan ilmu pada masa setelahnya.
Ilmu pengetahuan dipetakan menjadi dua, yaitu ilmu keislaman, termasuk ilmu kalam, fikih, tasawuf, dan hadis juga ilmu umum, termasuk kedokteran, astronomi, matematika, dan ilmu sosial.
Berikut penjelasan secara singkat berkaitan dengan ilmu dan tokohnya, yaitu:
Ilmu kalam adalah ilmu yang mempelajari tentang Tuhan dalam berbagai aspek. Ilmu kalam disebut juga ilmu akidah, ilmu tauhid, dan ilmu ushuluddin. Tokoh yang terkenal adalah Abu Hasan al-Ay’ary dan Abd al-Manshur al-Maturidi.
Ilmu fikih adalah ilmu yang mempelajari segi formal peribadatan dan hukum, termasuk cara beragama seorang muslim. Empat ilmuwan fiqih yang disebut imam mazhab, yakni Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali.
Ilmu hadis adalah ilmu yang mempelajari tentang kaidah diterima atau tidaknya suatu hadits. Ada enam kitab hadits yang disebut dengan al-kutub al-sittah dengan tokoh yang disebut muhaddisin atau imam hadis, termasuk Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.
Ilmu tafsir adalah ilmu yang dikembangkan untuk memahami isi kandungan al-Quran. Salah satu tokohnya adalah Ibnu Jarir dengan kitab yang disusun berjudul Tafsir At-tabari.
Ilmu pengetahuan umum termasuk di dalamnya ilmu filsafat yang membidangi berbagai ilmu, seperti kimia, matematika, metafisika, astronomi, kedokteran, dan lain sebagainya.
Seorang ilmuwan filsafat yang disebut filosof biasanya memiliki keahlian di banyak bidang. Salah satu tokoh yang terkenal adalah Ibnu Sina yang berfokus pada bidang kedokteran.
Ibnu Sina menulis buku berjudul Qanun fi al-tibb yang hingga saat ini menjadi referensi bagi dunia kedokteran. Dia juga merupakan sosok teladan karena sudah hafal al-Quran pada usia 10 tahun.
Demikian adalah pembahasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman Daulah Abbasiyah yang menarik diketahui. (SP)
