Konten dari Pengguna

Perlawanan Pangeran Antasari pada Belanda dalam Perang Banjar

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perlawanan pangeran antasari. Sumber: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perlawanan pangeran antasari. Sumber: pixabay

Perlawanan Pangeran Antasari pada Belanda dalam Perang Banjar terjadi pada tahun 1859 hingga 1905.

Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, perlawanan yang terjadi wilayah Kesultanan Banjar, Kalimantan Selatan disebut Perang Banjar.

Perlawanan Pangeran Antasari pada Belanda dalam Perang Banjar

Ilustrasi perlawanan pangeran antasari. Sumber: pixabay

Pangeran Antasari merupakan tokoh yang memimpin Perang Banjar yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pangeran Antasari melakukan perlawanan karena campur tangan Belanda dalam persoalan Kerajaan Banjar.

Campur tangan Belanda diawali saat putera mahkota bernama Abdul Rakhman meninggal mendadak pada tahun 1852. Ketika Sultan Adam meninggal pada 1857, perwakilan dari Belanda pun mengangkat Tamjidillah sebagai sultan.

Setelah itu sikap Tamjidillah menjadi sangat sewenang-wenang. Sedangkan Pangeran Hidayatullah diangkat sebagai Mangkubumi. Hal tersebut tentu memicu konflik dalam istana.

Pangeran Antasari yang selaku sepupu Pangeran Hidayatullah tidak suka campur tangan Belanda dan akhirnya melakukan perlawanan. Ada beberapa bentuk perlawanan yang dilakukan oleh Pangeran Antasari dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda:

  1. Pangeran Antasari beserta prajuritnya menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron.

  2. Merebut Benteng Pengaron hingga mengambil alih tambang yang bernama Nassau Oranje yang merupakan milik Belanda.

  3. Melakukan penyerangan perkebunan milik gubernemen di Gunung Jabok, Kalangan, serta Bangkal.

  4. Melakukan penyerangan pos Belanda yang terletak di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, serta sepanjang Sungai Barito.

  5. Melakukan perang gerilya serta membuat kerajaan baru di pedalaman dan membangun benteng pertahanan.

  6. Melakukan penyelundupan senjata untuk peperangan yang dibantu oleh para pangeran di wilayah Banjar.

Hasil perlawanan Pangeran Antasari bersama para panglima dan rakyat Banjar terhadap Belanda mengalami kekalahan karena di tengah perlawanan, terjadi wabah cacar. Pangeran Antasari beserta pasukannya juga terjangkit wabah itu.

Pangeran Antasari akhirnya meninggal di umur 75 tahun karena terkena sakit cacar dan paru-paru. Perjuangannya pun terhenti.

Meski begitu, berpuluh tahun perjuangan rakyat Banjar dalam melawan Belanda tetap berlangsung. Banyak yang gugur di tangan Belanda, seperti Haji Buyasin, Tumenggung Macan, hingga Panglima Bukhari.

Perang Banjar berakhir pada tahun 1905 dengan kemenangan di pihak Belanda yang berhasil menghapus Kesultanan Banjar.

Demikian penjelasan mengenai perlawanan Pangeran Antasari pada Belanda dalam Perang Banjar. (ARH)