Persebaran Kebudayaan Bacson-Hoabinh ke Nusantara

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh ke Nusantara awalnya bersamaan dengan perpindahan ras Papua Melanesoid ke Indonesia melalui jalur barat dan jalur timur.
Dikutip dari buku Sejarah Asia Tenggara karya Yoseph Vincent Panggabean, ras Papua Melanosoid ini tiba di Nusantara dengan perahu bercadik serta tinggal di pantai timur Sumatra dan Jawa.
Pada artikel ini, akan dijelaskan persebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh ke Nusantara.
Persebaran Kebudayaan Bacson-Hoabinh ke Nusantara
Ras Papua Melanososid setelah terdesak oleh ras Melayu yang datang belakangan pindah ke wilayah Indonesia Timur dan dikenal sebagai ras Papua yang pada masa itu sedang berlangsung budaya Mesolitikum.
Sehingga dapat ditemukan bahwa pendukung budaya Mesolitikum yaitu Papua Melanesoid. Ras Papua ini hidup dan tinggal di gua-gua abris sous roche serta meninggalkan bukit-bukit kerang atau sampah dapur kjokkenmoddinger.
Ras Papua Melanesoid tiba di Nusantara pada zaman Holosen. Saat itu keadaan bumi sudah layak huni dan dapat menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan manusia.
Alat-alat yang ditemukan pada Gua Abris Sous Roche tersebut antara lain alat-alat yang terbuat dari batu seperti ujung panah, flakes, batu pipisan.
Selain itu ada kapak yang sudah diasah dengan tajam yang berasal dari zaman Mesolithikum, serta alat-alat penunjang kehidupan dari tulang dan tanduk rusa.
Gua Abris Sous Roche juga ditemukan di daerah Pulau Timor dan Pulau Rote. Penelitian terhadap gua-gua tersebut dilakukan oleh Alfred Buhler yang di dalamnya ditemukan benda-benda seperti flakes dan ujung mata panah yang terbuat dari batu yang bermata indah.
Ras Papua Melanesoid hidup masih dalam keadaan setengah menetap, mencari makan dengan cara berburu, serta bercocok tanam dengan sistem yang sederhana. Mereka hidup di gua dan ada juga yang di bukit.
Di wilayah Nusantara atau Indonesia, alat-alat penunjang kehidupan dari batu pada kebudayaan Bacson-Hoabinh dapat ditemukan pada daerah sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi hingga di ujung Pulau Papua.
Di daerah paling barat Nusantara yaitu Sumatera, alat-alat batu sejenis dari kebudayaan Bacson-Hoabinh ditemukan di Kota Lhokseumawe, Aceh dan Medan Sumatera Utara.
Demikian uraian penjelasan mengenai persebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh ke Nusantara. (ARH)
