Konten dari Pengguna

Piagam yang Menjadi Cikal Bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi piagam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sumber: Meizhi Lang/unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi piagam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sumber: Meizhi Lang/unsplash.com

Piagam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah Piagam Atlantik. Piagam tersebut ditandatangani oleh 26 negara pada 1 Januari 1942.

Hal ini juga disampaikan oleh Putra dalam Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Menyelesaikan Konflik Negara Rusia dan Ukraina Ditinjau dari Hukum Organisasi Internasional, bahwa proses penandatanganan Piagam Atlantik menjadi cikal bakal terbentuknya PBB.

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai piagam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Piagam yang Menjadi Cikal Bakal PBB

Ilustrasi piagam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sumber: olgalioncat/pexels.com

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, piagam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah Piagam Atlantik yang ditandatangani pada 1 Januari 1942.

Nama Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations ini pertama diusulkan oleh Franklin D. Roosevelt pada tanggal yang sama. Dalam Piagam Atlantik, terdapat sejumlah kesepakatan, antara lain:

  • Tidak dibenarkan adanya upaya perluasan wilayah.

  • Setiap negara memiliki hak untuk turut serta dalam perdagangan dunia.

  • Setiap negara memiliki hak untuk menentukan upayanya sendiri.

  • Perdamaian dunia harus diciptakan, sehingga setiap bangsa dapat hidup secara bebas dari kemiskinan dan rasa takut.

Untuk menindaklanjuti Atlantic Charter tersebut, dilaksanakan Konferensi PBB pada 25 April 1945. Konferensi tersebut dilaksanakan di San Fransisco, Amerika Serikat dengan mengusung topik Organisasi Internasional.

Konferensi tersebut dihadiri oleh sekitar 50 perwakilan negara serta beberapa organisasi non-pemerintah dari berbagai kawasan. Dalam konferensi tersebut, dilakukan penyusunan Piagam PBB. Akhirnya, piagam tersebut resmi terbentuk tanggal 24 Oktober 1945.

Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Terbentuknya PBB sebagai organisasi internasional tentu bukan tanpa alasan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB):

  • Mengembangkan hubungan persahabatan antar negara berdasarkan penghormatan terkait prinsip persamaan hak serta penentuan nasib rakyatnya.

  • Menjaga perdamaian serta keamanan internasional.

  • Menjadi pusat untuk menyelaraskan tindakan bagi negara-negara dalam mencapai tujuan organisasi bersama-sama.

  • Bekerja sama dalam memecahkan masalah perekonomian, budaya, sosial, hingga kemanusiaan dalam lingkup internasional.

  • Bekerja sama dalam mempromosikan penghormatan mengenai hak asasi manusia serta kebebasan mendasar.

Demikian informasi mengenai piagam yang menjadi cikal bakal lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). [ENF]