Pola-pola Sejarah beserta Contohnya yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pola-pola sejarah adalah peristiwa yang dapat terjadi berulang kali. Dalam hal ini, pola-pola sejarah ini sangat berkaitan dengan dua hal, yaitu peristiwa dan waktu.
Dikutip dari buku Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar karya M. Dien Madjid, ahli sejarah membuat pola-pola sejarah untuk mengatasi masalah pentingnya waktu dalam rekonstruksi sejarah.
Pada artikel ini, akan dijelaskan pola-pola sejarah beserta contohnya yang perlu diketahui.
Pola-pola Sejarah
Berikut pola-pola sejarah beserta contohnya yang perlu diketahui.
1. Penguasa Terkuat Selalu yang Paling Toleran
Dalam pola sejarah pertama ini pada peradaban manusia, dapat ditelusuri siapa penguasa terkuat pada zamannya. Contohnya adalah sebagai berikut:
Dinasti Achaemenid (550 SM- 330 SM) di wilayah Persia
Kekaisaran Romawi (50 SM- 300 M)
Dinasti Tang (600 – 900 M) di wilayah Tiongkok
Kekhalifahan Ottoman (abad 16-17) di Turki
Kerajaan Inggris pada zaman Ratu Victoria (abad 18-19)
Amerika Serikat di zaman modern (1991-sekarang)
Semua kerajaan, negara dan peradaban tersebut, dapat dikatakan sebagai penguasa terkuat pada zamannya. Para penguasa terkuat di zamannya, selalu menjadi pihak merupakan yang paling toleran.
2. Tidak Ada Harga yang Naik Selamanya
Gelembung ekonomi adalah fenomena harga suatu barang dapat tiba-tiba naik dan hal itu membuat banyak orang mencoba mengambil keuntungan ekonomi dengan membeli barang-barang tersebut.
Fenomena kenaikan harga ini disebut “gelembung” untuk satu alasan yaitu sebuah gelembung akan naik dengan cepat. Namun, pada suatu titik, gelembung kenaikan harga yang terjadi akan pecah. Artinya harga akan merosot tajam seiring dengan kejenuhan pasar.
Contoh kasusnya fenomena batu akik di tahun 2015 lalu. Harga batu akik melonjak tajam hingga mencapai miliaran rupiah. Tidak lama setelah lebaran tahun 2015, mendadak batu akik tidak terlalu banyak diminati lagi, harga batu akik terjun bebas.
3. Pemerintahan Ekstrim Berujung Pelanggaran HAM
Pada negara dengan pemerintahan ekstrem, contohnya Uni Soviet (rezim Stalin), Jerman (rezim Hitler), dan Korea Utara, ada pola sejarah yang terus berulang, yaitu terjadinya pelanggaran HAM. Contohnya kontrol di negara Korea Utara begitu ekstrem.
Hasil pemerintahan ekstrem Korea Utara ini serupa dengan pola pelanggaran HAM berat terjadi di setiap sudut negeri setiap hari, siapapun bisa disiksa dan dibunuh karena dianggap mengancam negara karena alasan yang sepele.
Demikian penjelasan tentang pola-pola sejarah beserta contohnya yang perlu diketahui. (ARH)
