Konten dari Pengguna

Politeia, Bentuk Pemerintahan yang Dipopulerkan Plato

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi politeia adalah. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi politeia adalah. Foto: pixabay

Politeia adalah garis besar tentang pandangan Plato terhadap keadaan yang ideal. Di mana pandangan ini banyak dijadikan sebagai pedoman dalam beberapa kesempatan.

Artikel berikut ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang istilah politeia yang memiliki arti lain republik. Simak pembahasannya di sini.

Mengenal Politeia, Bentuk Pemerintahan Ala Plato

Ilustrasi politeia adalah. Foto: pixabay

Politeia berasal dari bahasa Yunani yaitu polis yang berarti negara atau kota. Artinya, politeia merupakan hak warga negara hingga suatu bentuk pemerintahan.

Politeia adalah satu kata Yunani kuno yang digunakan dalam pemikiran politik Yunani, terutama Plato dan Aristoteles. Namun, ada beberapa pengertian juga tentang politeia.

Menurut Liddell dan Scott dalam Greek-English Lexicon, politeia adalah kondisi dan hak warga negara atau kewarganegaraan, yang merupakan analog dengan bahasa Latin, civitas.

Politeia juga berasal dari akar kata kerja politeuomai, yang berarti saya hidup sebagai warga negara aktif polis. Pasalnya, semua orang yang tinggal di suatu kota atau negara belum tentu merupakan warga negara tersebut.

Sementara dalam karya para filsuf Yunani kuno, arti utama dari politeia adalah bagaimana sebuah polis dijalankan atau konstitusi.

Istilah sistem pemerintahan, organisasi negara, bentuk pemerintahan, dan rezim, juga bisa digunakan untuk menerjemahkan kata politeia.

Politeia dibahas oleh Plato melalui sebuah buku yang berjudul Republic dalam bahasa Inggris. Karya filsafat dan teori politik tersebut ditulis Plato sekitar 360 SM.

Konsep politeia dalam bahasa Yunani kuno dianggap sebagai sebuah cara hidup. Jadi, terjemahan yang lebih tepat seharusnya adalah bagaimana cara kita hidup sebagai masyarakat.

Buku tersebut sudah banyak ditafsirkan dan dirangkum oleh banyak ahli, salah satunya oleh Bertrand Russell dalam bukunya History of Western Philosophy.

Ia membagi buku Republica ke dalam tiga bagian, yakni:

  1. Bagian Utopia dalam buku I - V, menggambarkan komunitas yang ideal, dimulai dengan mendefinisikan keadilan.

  2. Buku VI - VII, menjelaskan anggapan bahwa para filsuf merupakan penguasa atau pemimpin ideal dari komunitas, sehingga bagian ini berfokus pada definisi tentang apa atau siapa seorang filsuf.

  3. Buku VIII - X, membahas sejumlah bentuk pemerintahan yang praktis, juga pro dan kontranya.

Demikian pembahasan mengenai politeia, yakni bentuk pemerintahan yang dipopulerkan Plato. (SP)