Konten dari Pengguna

Profil 3 Anggota KTN di Balik Perjanjian Renville

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anggota KTN. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anggota KTN. Foto: Pixabay

Anggota KTN (Komisi Tiga Negara) terdiri atas tiga negara, yaitu Australia, Belgia, dan Amerika Serikat. KTN sendiri dibentuk untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda.

Bahas lebih lanjut mengenai anggota KTN dan alasan terpilihnya ketiga negara tersebut di bawah ini.

Sejarah KTN

Ilustrasi anggota KTN. Foto: Pixabay

Dewan Keamanan PBB membahas mengenai konflik antara Indonesia - Belanda pada 14 Agustus 1947. Para perwakilan Indonesia yang terdiri dari beberapa diplomat, seperti Sutan Syahrir dan H. Agus Salim, menyampaikan kondisi terkini Indonesia setelah Agresi Militer Belanda I.

Dewan Keamanan PBB bersama para diplomat akhirnya sepakat untuk membentuk badan yang tidak memihak. Anggota KTN yang dipilih oleh Indonesia adalah Australia, dipilih oleh Belanda adalah Belgia, dan terakhir dipilih oleh kedua negara adalah Amerika Serikat.

Anggota KTN mulai bekerja sejak 27 Oktober 1947. Atas jasa KTN, Indonesia dan Belanda mendapat tawaran pemerintah Amerika Serikat untuk berunding di atas kapal USS Reville pada 8 Desember 1947.

Saat itulah tercetus Perundingan Renville yang berisi kesepakatan gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda sekaligus enam pokok prinsip tambahan mengenai politik.

Profil 3 Anggota KTN

Ilustrasi anggota KTN. Foto: Pixabay

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum dari buku IPS Terpadu karya Nana Supriatna, dkk., KTN memiliki 3 anggota, yaitu:

1. Richard C. Kirby dari Australia

Richard C. Kirby adalah seorang arbiter industri, akademisi, dan diplomat asal Australia. Sejak awal, ia selalu mendukung penuh Indonesia dan pemerintahannya yang terhitung baru saat itu.

Atas jasanya, Richard C. Kirby memperoleh penghargaan Bintang Jasa Utama atas kontribusinya terhadap Indonesia pada 1995.

2. Paul van Zeeland dari Belgia

Paul van Zeeland adalah Perdana Menteri Belgia. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pakar ekonomi, politisi Katolik, dan negarawan.

3. Dr. Frank B. Graham dari Amerika Serikat

Dr. Frank B. Graham adalah seorang arbiter industri dan aktivis hak sipil di Amerika Serikat. Ia juga seorang rektor di Universitas North Carolina.

Politikus Indonesia saat itu memanggil Dr. Frank B. Graham dengan istilah sahabat terpercaya bangsa Indonesia karena dukungan sepenuhnya pada negeri.

Demikian adalah profil 3 anggota KTN di balik Perjanjian Renville.