Program Budi Utomo, Organisasi yang Berdiri Tahun 1908

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budi Utomo sebagai organisasi pergerakan nasional pertama di Indonesia tentu mempunyai program. Program Budi Utomo adalah mengusahakan perbaikan di bidang pendidikan serta pengajaran.
Pada awal tahun 1900-an, program Budi Utomo masih bersifat sosial sebab kondisi Indonesia kala itu belum memungkinkan untuk membentuk organisasi politik. Pencetus berdirinya organisasi Budi Utomo adalah dr. Wahidin Sudirohusodo.
Program Budi Utomo adalah Mengusahakan Perbaikan di Bidang Pendidikan
Budi Utomo merupakan nama organisasi yang populer dalam pembahasan mengenai pergerakan nasional di Indonesia. Faktanya, Budi Utomo memang merupakan organisasi pergerakan nasional pertama yang berdiri pada 20 Mei 1908.
Mengutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama, Supriatna, dkk. (2008: 122), organisasi tersebut didirikan oleh Soetomo, seorang mahasiswa School Tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) atas anjuran dr. Wahidin Sudirohusodo.
Layaknya organisasi, Budi Utomo pun mempunyai program. Mengutip dari buku Sejarah Pergerakan Nasional, Muttaqin (2015: 27), program Budi Utomo adalah mengusahakan perbaikan di bidang pendidikan dan pengajaran.
Program Budi Utomo masih bersifat sosial karena kondisi Indonesia belum memungkinkan untuk membentuk organisasi politik. Pada masa itu, Indonesia masih mengalami penjajahan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Bukan hanya mengalami penjajahan, Indonesia di tahun 1900-an juga masih melaksanakan program politik etis pemerintah Hindia Belanda. Salah satu program politik etis tersebut memuat unsur edukasi sehingga sesuai dengan program Budi Utomo.
Tujuan Pendirian Organisasi Budi Utomo
Selain memiliki program, Budi Utomo sebagai organisasi juga mempunyai tujuan. Tujuan awal Budi Utomo adalah mencapai kemajuan yang harmonis untuk nusa serta bangsa Jawa dan Madura.
Tujuan tersebut terjadi karena pada masa itu, ide persatuan Indonesia belum muncul. Kondisi itu kemudian mengakibatkan bahwa perkumpulan Budi Utomo hanya mencakup Jawa dan Madura serta belum menyebut istilah kemerdekaan.
Selang beberapa tahun setelah 20 Mei 1908, Budi Utomo pun menambahkan asas. Mengutip dari buku yang sama, Muttaqin (2015: 28), pada tahun 1928 Budi Utomo menambahkan suatu asas perjuangan, yaitu “ikut berusaha melaksanakan cita-cita bangsa Indonesia”.
Demikian menjadi jelas bahwa program Budi Utomo adalah mengusahakan perbaikan di bidang pendidikan dan pengajaran. Selain mengawali pergerakan nasional, organisasi tersebut juga terus melakukan adaptasi dengan kondisi bangsa Indonesia. (AA)
