Konten dari Pengguna

Proses Pengangkatan Abdul Malik bin Marwan sebagai Khalifah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana proses pengangkatan Abdul Malik bin Marwan. Sumber:Haley Black/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana proses pengangkatan Abdul Malik bin Marwan. Sumber:Haley Black/pexels.com

Bagaimana proses pengangkatan Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah Dinasti Umayyah? Pada dasarnya, pengangkatan khalifah kelima Bani Umayyah ini atas dasar putra mahkota untuk menggantikan ayahnya yang wafat.

Hariyanti dan Mawardi dalam Perkembangan Ekonomi dan Administrasi Pemerintahan Masa Dinasti Umayyah, menyebutkan jika pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, Dinasti Umayyah mengalami berbagai kemajuan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana proses pengangkatan Abdul Malik bin Marwan, pelajari dalam artikel berikut ini.

Bagaimana Proses Pengangkatan Abdul Malik bin Marwan?

Ilustrasi bagaimana proses pengangkatan Abdul Malik bin Marwan. Sumber:Haley Black/pexels.com

Tahukah kamu, bagaimana proses pengangkatan Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah Bani Umayyah? Abdul Malik bin Marwan diangkat menjadi khalifah untuk menggantikan ayahnya, Marwan bin Hakam.

Pada proses pengangkatannya, Khalifah Abdul Malik bin Marwan dibaiat di masjid Damaskus pada 65 H dan melakukan pidato singkat, tetapi tegas dan berwibawa. Nah, sebelum menjadi seorang khalifah, beliau adalah wakil gubernur Damaskus sekaligus penasihat khalifah.

Selanjutnya, pada 685 Masehi, Abdul Malik bin Marwan diangkat menjadi Gubernur Palestina dan menjadi putra mahkota untuk meneruskan kepemimpinan Khalifah Marwan I nantinya.

Pada awalnya, pengangkatan Abdul Malik bin Marwan menjadi putra mahkota dianggap menyalahi aturan. Pasalnya, orang yang seharusnya menjadi khalifah pasca Marwan I adalah putra Yazid I (khalifah kedua Dinasti Umayyah).

Meskipun demikian, proses penunjukan Abdul Malik bin Marwan sebagai putra mahkota memperoleh dukungan dari banyak masyarakat sekaligus bangsawan Yaman, sehingga tidak memicu masalah.

Adapun proses penobatan Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah sendiri terjadi di Yerussalem. Di sisi lain, selama menjadi khalifah, Abdul Malik bin Marwan menerapkan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk memajukan peradaban Islam, seperti:

  1. Menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi untuk menggantikan bahasa Persia dan Yunani.

  2. Mengeluarkan mata uang Islam untuk menggantikan mata uang Sasaniyah dan Bizantium.

  3. Membangun Kubah Batu.

  4. Memperbaiki sistem pajak.

  5. Membuat lembaga Mahkamah Agung.

  6. Mengembangkan huruf Hijaiyah agar mudah dibaca dengan menambahkan harokat dan tanda titik.

Demikian informasi seputar bagaimana proses pengangkatan Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah Bani Umayyah. [ENF]