Konten dari Pengguna

Proses Pertunjukan Wayang Kulit yang Menarik Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Proses Pertunjukan Wayang Kulit. Sumber: Unsplash.com/Ramadhany DS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Proses Pertunjukan Wayang Kulit. Sumber: Unsplash.com/Ramadhany DS

Pertunjukan wayang kulit merupakan salah satu pementasan seni yang kompleks. Pementasan tersebut termasuk kompleks karena proses pertunjukan wayang kulit melibatkan berbagai macam unsur, seperti unsur naratif, tata cahaya, musik, dan sebagainya.

Setiap unsur dapat pertunjukan wayang kulit memiliki peran yang penting sehingga perlu persiapan matang. Salah satu contoh adalah ketika tata cahaya tidak memadai, penampilan wayang kulit dapat terlihat kurang jelas.

Proses Pertunjukan Wayang Kulit

Ilustrasi Proses Pertunjukan Wayang Kulit. Sumber: Unsplash.com/Lighten Up

Wayang kulit merupakan salah satu jenis kesenian di Indonesia yang ditampilkan melalui pementasan atau pertunjukan. Proses pertunjukan wayang kulit termasuk kompleks karena melibatkan banyak unsur.

Beberapa unsur yang ada dalam pertunjukan wayang kulit, antara lain:

  • Tata cahaya;

  • Penataan wayang;

  • Alat musik (gamelan);

  • Sinden;

  • Dalang;

  • Cerita;

  • serta wayang.

Setiap unsur dalam pertunjukan wayang memiliki peran yang penting. Salah satu contoh adalah tata cahaya karena pertunjukan wayang merupakan pertunjukan bayangan yang sangat membutuhkan tata cahaya.

Selain itu, cerita atau unsur naratif pada wayang juga memiliki peran penting. Setiap pertunjukan wayang bahkan selalu melibatkan unsur naratif.

Unsur Naratif dalam Pertunjukan Wayang

Ilustrasi Proses Pertunjukan Wayang Kulit. Sumber: Unsplash.com/Adrian Hartanto

Setiap pertunjukan wayang harus selalu memiliki unsur naratif, sekali pun itu adalah narasi yang singkat atau sederhana. Unsur naratif selalu ada pada pertunjukan wayang karena mempunyai kaitan dengan pengisahan.

Mengutip dari Penelitian Seni Pertunjukan, Basuki (2023: 190), teks naratif wayang kulit mereproduksi cerita wayang kulit yang merupakan bagian dari “shared knowledge” dari masyarakat Jawa. Contoh narasi pertunjukan wayang pun ada banyak, yaitu:

  • Cerita tentang Ramayana;

  • Cerita tentang Mahabharata;

  • Cerita tentang Srikandi;

  • Cerita tentang Arjuna; dan sebagainya.

Keberadaan unsur naratif pada pertunjukan wayang dapat semakin kuat dengan adanya intonasi dari dalang, gerakan wayang, serta musik dan nyanyian. Oleh karena itu, setiap unsur pertunjukan perlu selaras dan saling mendukung antara satu sama lain.

Demikian menjadi jelas bahwa proses pertunjukan wayang kulit selalu melibatkan unsur naratif karena memiliki kaitan dengan penyampaian kisah. Keberadaan unsur naratif merupakan bagian dari “shared knowledge”. (AA)