Proses Terbentuknya Identitas Sosial dalam Masyarakat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami bagaimana proses terbentuknya identitas sosial merupakan suatu hal yang penting dimiliki oleh setiap individu.
Secara bahasa, identitas berasal dari kata identity yang berarti identik. Sementara itu, menurut laman kbbi.kemdikbud.go.id, identitas adalah ciri atau keadaan khusus seseorang yang menunjukkan jati dirinya. Proses pembentukannya melalui beberapa tahapan penting.
Proses Terbentuknya Identitas Sosial dalam Masyarakat
Menanggapi pertanyaanbagaimana identitas sosial terbentuk, dikutip dari buku Pengantar Sosiologi dan Antropologi, M. Aris Rofiqi, dkk. (2024:70), dijelaskan bahwa menurut Michael Hogg (2004), ada 3 tahapan proses terbentuknya identitas sosial.
Tiga tahapan yang dimaksud adalah social categorization, protype, dan depersonalization yang akan dijelaskan pada poin-poin berikut ini:
1. Social Categorization
Kategori sosial atau social categorization sangat berpengaruh terhadap cara individu melakukan kontemplasi, yaitu memahami definisi diri, perilaku, dan persepsi pada prototype untuk melaksanakan sekaligus menentukan perilaku.
2. Protype
Adanya protype dapat menjadi halangan bagi kelompok sosial, jika suatu kelompok memiliki protype yang berlebihan. Akhirnya, penilaian orang-orang dalam kelompok tersebut pada pihak lain juga tidak akan bagus.
Protype sendiri adalah konstruksi sosial yang dibentuk berdasarkan kognisi internal kelompok.
Istilah protype juga dikatakan bisa menggambarkan nilai dan norma yang ada di sekitar kelompok terkait, di mana nilai dan norma tersebut dipatuhi oleh anggota kelompok.
Bukan hanya dipatuhi, nilai dan norma yang telah terbentuk dijadikan sebagai pedoman dalam berperilaku untuk bergerak sekaligus berpikir.
3. Depersonalization
Maksud dari depersonalization adalah individu memandang bahwa orang lain merupakan bagian dari dirinya atau memandang dirinya sebagai kategori sosial yang bisa digantikan.
Proses depersonalization dilakukan dengan tujuan untuk menjaga status kelompoknya terhadap kelompok lain, mengevaluasi identitas sosial, serta mengetahui posisi sosial kelompok terkait berada.
Demikianlah ulasan mengenai proses terbentuknya identitas sosial dalam masyarakat menurut pendapat Michael Hogg. (Nay)
Baca juga: 5 Manfaat Meneladani Nilai-Nilai pada Sejarah Bani Umayyah di Damaskus
