Konten dari Pengguna

Prosesi Upacara Adat Mappacci, Tradisi Suku Bugis di Sulawesi Selatan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Prosesi Upacara Adat Mappacci . Sumber: Unsplash.com/Benjamin L. Jones
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prosesi Upacara Adat Mappacci . Sumber: Unsplash.com/Benjamin L. Jones

Prosesi upacara adat Mappacci di Sulawesi Selatan merupakan salah satu contoh tradisi dari masyarakat suku Bugis. Masyarakat Bugis yang ada di wilayah Sulawesi Selatan biasanya melakukan Mappacci menjelang hari pernikahan.

Tujuan dari prosesi Mappacci adalah menyucikan diri agar siap menempuh hidup baru. Prosesi tersebut biasanya berlangsung di rumah masing-masing, yakni rumah calon mempelai wanita dan rumah calon mempelai pria.

Prosesi Upacara Adat Mappacci di Sulawesi Selatan

Ilustrasi Prosesi Upacara Adat Mappacci . Sumber: Unsplash.com/Bayu Setiawan

Upacara adat Mappacci merupakan salah satu bukti kekayaan tradisi di negara Indonesia. Mappacci adalah tradisi pernikahan suku Bugis yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Mengutip dari buku Islam dan Budaya Lokal, Fitriono, dkk. (2021: 33), prosesi upacara adat Mappacci berasal dari kata pacci. Kata tersebut mempunyai arti bersih, suci, atau menyucikan diri.

Masyarakat Bugis biasa melaksanakan Mappacci menjelang pernikahan untuk membersihkan jiwa dan raga agar siap menempuh hidup baru. Pelaksanaan upacara adat tersebut umumnya berlangsung di rumah masing-masing.

Calon mempelai wanita melaksanakan Mappacci di rumahnya dan calon mempelai pria juga melaksanakan Mappacci di rumahnya sendiri. Mengutip dari buku yang sama, Fitriono, dkk. (2021: 33), Mappacci terjadi pada malam hari menjelang hari-H pernikahan.

Rangkaian Upacara Adat Mappacci

Ilustrasi Prosesi Upacara Adat Mappacci . Sumber: Unsplash.com/Michael Huang

Mappacci sebagai upacara adat tentu memiliki banyak rangkaian. Mengutip dari jurnal Bentuk dan Makna Ritual Mappacci pada Pernikahan Bangsawan Bugis, Kasmawati, dkk. (2021: 727 – 723), berikut rangkaian upacara adat Mappacci:

  1. Ritual Mappacci dilakukan pada malam hari, sebelum akad nikah di hari esok.

  2. Mappacci dilakukan dengan cara meletakkan daun pacci di telapak tangan calon mempelai.

  3. Jumlah orang yang meletakkan pacci ke tangan calon mempelai disesuaikan dengan stratifikasi sosial calon mempelai, misalnya 2x7 atau 2x9. Keluarga ayah dan ibu harus seimbang.

  4. Calon mempelai yang telah dirias layaknya pengantin, didudukan di atas pelaminan dan didampingi oleh juru rias.

  5. Di depan pengantin, diletakkan bantal yang dilapisi dengan daun sirih.

  6. Kedua tangan pengantin diletakkan di atas bantal dan daun sirih tersebut. Tujuannya, agar dapat menerima daun pacci yang akan diberikan oleh orang-orang.

  7. Setelah itu, diambil sedikit daun pacci yang telah dihaluskan, lalu diletakkan ke tangan calon mempelai. Pertama, ke telapak tangan kanan dan lanjut ke telapak tangan kiri.

  8. Setelah itu, lanjut ke jidat dan disertai dengan doa agar calon mempelai kelak dapat hidup dengan bahagia.

  9. Sesekali, masyarakat juga meletakkan pacci, menghamburkan wenno (butiran beras) kepada calon mempelai sebanyak tiga kali. Prosesi tersebut juga biasa memuat doa agar calon mempelai dapat berkembang dan murah rezeki.

Demikian menjadi jelas bahwa prosesi upacara adat Mappacci merupakan tradisi masyarakat Bugis. Tradisi tersebut mempunyai kaitan erat dengan calon mempelai wanita dan pria yang hendak menikah. (AA)