Pusat Pemerintahan Daulah Abbasiyah dan Perkembangannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah adalah di Kota Baghdad yang dimulai pada pemerintahan Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur. Kota tersebut pula yang menjadi pusat peradaban serta kebangkitan ilmu pengetahuan.
Menurut Fitrianingsih dalam penelitiannya bertajuk Kota Baghdad sebagai Pusat Peradaban Islam pada Masa Dinasti Bani Abbas, mengungkapkan bahwa pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah beralih menjadi Kota Baghdad pada pemerintahan khalifah keduanya.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah, baca artikel ini sampai habis.
Pusat Pemerintahan Daulah Abbasiyah
Pada awal pemerintahan Daulah Abbasiyah, yaitu tahun 750-754 M, tepatnya di masa pemerintahan Khalifah Abu Abbas As-Saffah, pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah berada di Kuffah, Irak.
Akan tetapi, saat Dinasti Abbasiyah dipimpin oleh Abu Ja'far Al-Mansur, pusat pemerintahan diganti ke Baghdad. Tujuan pemindahan tersebut adalah untuk membantu menjaga stabilitas negara Irak.
Selain itu, Baghdad sendiri lokasinya berada di dekat Ctesipon, bekas ibu kota Persia. Di Baghdad pula, Islam mencapai perkembangan yang cukup pesat, termasuk dari segi ilmu pengetahuan.
Perkembangan Kota Baghdad di Masa Daulah Abbasiyah
Daulah Abbasiyah adalah dinasti yang berdiri pada masa pertengahan Islam. Pada masa Daulah Abbasiyah ini, Kota Baghdad, sebagai pusat pemerintahannya, mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Adapun proses perkembangan Kota Baghdad pada masa Dinasti Abbasiyah adalah.
1. Arsitektur
Baghdad adalah kota yang memiliki lokasi strategis, yaitu di tepi barat Sungai Tigris dan di dekat pertemuan Sungai Eufrat. Selain itu, kota ini didirikan di tanah berpagar dan terletak di pusat kota.
Baghdad mempunyai tembok kota bundar yang dibuat dari batu bata lumpus. Sementara, bagian pintu gerbang serta kibahnya terbuat dari batu bata yang telah dibakar. Di sisi lain, pintu bagian luarnya dibuat dari kaui.
Selain itu, Baghdad juga termasuk gambaran kemajuan arsitektur di masa Daulah Abbasiyah. Semasa kepemimpinan dinasti ini, terdapat pembangunan dari segi teknik bahan batu bata dan pengembangan fasilitas sosial serta bangunan istana.
2. Pusat Ilmu Pengetahuan
Perkembangan Kota Baghdad pada masa Daulah Abbasiyah selanjutnya adalah menjadi pusat ilmu pengetahuan. Adapun beberapa bentuk kemajuan ilmu pengetahuan tersebut adalah.
Bidang agama: ilmu tafsir, hadits, ulumul qur'an, kalam, bahasa, dan fiqih.
Bidang umum: ilmu alam, matematika, metafisika, logika, filsafat, aljabar, aritmatika, kedokteran, astronomi, geometri, kimia, musik, hinga sejarah.
Selain dari segi bidang ilmu, beberapa pembangunan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan juga berjalan, seperti Masjid Khan, observatorium, perpustakaan, rumah sakit, madrasah, hingga benteng.
3. Ekonomi
Kota Baghdad pada masa Daulah Abbasiyah juga mencapai kejayaan di bidang ekonomi. Pasalnya, dana pendapatan lebih besar daripada dana keluarnya sehingga penyimpanan di Baitul Mal relatif besar.
Penghasilan tersebut diperoleh dari sejumlah sumber, seperti kharraj (serupa pajak hasil bumi) dan perdagangan.
Demikian penjelasan mengenai pusat pemerintahan Daulah Abbasiyah dan perkembangan Kota Baghdad di masa itu. [ENF]
