Konten dari Pengguna

Ragam Budaya Valentine di Jepang, Mulai dari Memberi Cokelat hingga White Day

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Budaya Valentine di Jepang. Sumber: Unsplash.com/Yu Kato
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Budaya Valentine di Jepang. Sumber: Unsplash.com/Yu Kato

Budaya Valentine di Jepang serupa dengan budaya Valentine di banyak negara dunia, yakni memberi cokelat. Banyak orang di Jepang akan memberi cokelat kepada orang terkasihnya pada Hari Kasih Sayang tersebut.

Walaupun budayanya relatif sama, Valentine di Jepang tetap mempunyai keunikan tersendiri. Salah satu contoh adalah adanya White Day yang merupakan hari pembalasan kepada pria dengan cara memberinya gyaku-choco.

Ragam Budaya Valentine di Jepang

Ilustrasi Budaya Valentine di Jepang. Sumber: Unsplash.com/Egor Lyfar

Valentine’s Day atau Hari Valentine merupakan hari peringatan yang terjadi di banyak negara di dunia, termasuk Jepang. Mengutip dari buku Orang dan Bambu Jepang, Rosidi (2009: 135), Valentine’s Day di Jepang sudah menjadi bagian dari kehidupan orang Jepang.

Kondisi itu umum terjadi di kalangan kaum muda Jepang. Secara umum, Budaya Valentine di Jepang mempunyai kemiripan dengan budaya Valentine di sejumlah negara, yakni memberi cokelat.

Walaupun demikian, budaya Hari Valentine di Jepang mempunyai sejumlah keunikan. Guna mengetahui keunikan tersebut, berikut adalah penjelasan ringkas mengenai budaya Hari Valentine di Jepang:

1. Wanita Memberi Cokelat

Jika di banyak negara Hari Valentine adalah momen memberi cokelat dari pria kepada wanita, hal itu berbeda dengan Jepang. Wanita di Jepang memang kerap menerima cokelat dari pria yang mencintainya saat Valentine.

Namun, pihak yang menerima cokelat Valentine di Jepang bukan hanya wanita. Pria pun kerap menerima cokelat dari wanita. Pemberian cokelat tersebut bahkan menjadi salah satu momen untuk mengungkapkan cinta kepada pria yang dicintai.

2. Ada White Day

White Day merupakan hari pembalasan hadiah Valentine. Hari tersebut biasanya dirayakan setiap tanggal 14 Maret di Jepang.

Orang yang menerima hadiah di Hari Valentine akan membalas hadiah tersebut ketika White Day tiba.

Seseorang yang menerima honmei choco akan membalas dengan memberi gyaku-choco dan biasanya banyak kaum pria menerima cokelat tersebut.

3. Banyak Jenis Cokelat

Cokelat Hari Valentine di Jepang mempunyai makna tersendiri. Lima di antaranya, yaitu:

  • Honmei choco yang merupakan cokelat perasaan. Cokelat tersebut digunakan untuk menyatakan perasaan atau membuat pengakuan terhadap orang yang disukai.

  • Giri choco yang merupakan cokelat kewajiban. Cokelat tersebut digunakan untuk menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang sering membantu, misalnya teman kerja dan lain-lain.

  • Tomo choco yang merupakan cokelat pertemanan. Coklat tersebut digunakan sebagai tanda persahabatan.

  • My choco yang merupakan cokelat untuk diri sendiri. Cokelat tersebut semacam self-reward.

  • Fami choco yang merupakan cokelat keluarga. Cokelat tersebut diberikan kepada keluarga atau kerabat.

Demikian jelas bahwa ada beragam budaya Valentine di Jepang. Secara umum, budayanya memang memberikan cokelat, tetapi ada hari spesial dan jenis cokelat tertentu yang bisa saja tidak terdapat di negara lain. (AA)