Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
Rumah Adat dari Gorontalo: Asal-usul dan Keunikannya
28 Februari 2025 1:02 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Setiap bagiannya dirancang dengan makna filosofis yang mencerminkan kehidupan sosial, gotong royong, serta tradisi yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Asal-usul Rumah Adat dari Gorontalo
Mengutip dari kemendikbud.go.id, rumah adat dari Gorontalo dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu Dulohupa dan Bantayo Poboide. Kedua rumah adat ini memiliki fungsi yang berbeda, tetapi sama-sama mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Gorontalo.
1. Rumah Adat Dulohupa
Dulohupa berasal dari tradisi musyawarah adat yang sudah ada sejak masa kerajaan di Gorontalo.
Rumah ini dulunya digunakan oleh raja dan pemimpin adat sebagai tempat pengambilan keputusan penting, seperti penyelesaian sengketa dan perencanaan kebijakan kerajaan.
Nama "Dulohupa" sendiri berarti mufakat atau kesepakatan, menegaskan perannya sebagai tempat musyawarah dalam masyarakat.
2. Rumah Adat Bantayo Poboide
Bantayo Poboide berasal dari tradisi masyarakat Gorontalo yang menjunjung tinggi kebersamaan dan musyawarah.
ADVERTISEMENT
Sejak dahulu, rumah ini digunakan sebagai balai pertemuan untuk membahas berbagai permasalahan sosial dan keputusan penting yang melibatkan masyarakat luas.
Nama "Bantayo Poboide" berarti "balai tempat bermusyawarah", yang menegaskan fungsinya sebagai pusat diskusi dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sosial.
Keunikan Rumah Adat dari Gorontalo
Rumah adat Gorontalo tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal atau pusat musyawarah, tetapi juga memiliki keunikan dalam struktur dan filosofi pembangunannya.
1. Rumah Adat Dulohupa
Dulohupa memiliki bentuk rumah panggung dengan atap jerami bertingkat yang melambangkan keseimbangan antara adat dan agama.
Rumah ini memiliki dua tangga di bagian depan, disebut "tolitihu", yang melambangkan perjalanan kehidupan serta nilai-nilai adat yang harus dijunjung tinggi.
Pilar-pilar kayu yang menopang rumah memiliki makna simbolis, seperti persatuan dan keseimbangan sosial dalam masyarakat. Hingga kini, Dulohupa masih digunakan dalam upacara adat dan berbagai acara budaya di Gorontalo.
ADVERTISEMENT
2. Rumah Adat Bantayo Poboide
Bantayo Poboide memiliki struktur rumah panggung dengan serambi luas yang mengelilingi bangunan.
Desain ini menciptakan ruang terbuka untuk interaksi sosial dan memungkinkan sirkulasi udara yang baik. Material kayu yang digunakan dalam pembangunannya mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Selain sebagai tempat musyawarah, rumah ini juga digunakan untuk acara adat, pelantikan pemimpin adat, serta pertunjukan seni budaya.
Rumah adat Gorontalo tidak hanya memiliki keunikan dalam arsitektur, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai filosofis yang mencerminkan adat dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Keberadaannya hingga kini menunjukkan komitmen masyarakat Gorontalo dalam menjaga warisan budaya mereka.
Itulah penjelasan mengenai asal-usul rumah dari adat Gorontalo dan berbagai keunikannya.
ADVERTISEMENT