Konten dari Pengguna

Sebagian Besar Karya Historiografi Kolonial Bersifat Neerlandosentris

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sebagian Besar Karya Historiografi Kolonial Bersifat Neerlandosentris. Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sebagian Besar Karya Historiografi Kolonial Bersifat Neerlandosentris. Pexels/Pixabay

Sebagian besar karya historiografi kolonial bersifat neerlandosentris karena selama masa penjajahan ditulis dengan sudut pandang Belanda dan berfokus pada aspek-aspek yang menguntungkan Belanda.

Seringkali Belanda meremehkan peran dan kontribusi masyarakat Indonesia dalam membentuk sejarah mereka.

Oleh karena itu, penulisan sejarah yang didominasi oleh perspektif ini menciptakan narasi yang cenderung tidak adil dan bias terhadap sejarah Indonesia.

Konsep Neerlandosentris dalam Historiografi Kolonial

Ilustrasi Sebagian Besar Karya Historiografi Kolonial Bersifat Neerlandosentris. Pexels/Ege

Apa arti sebagian besar karya historiografi kolonial bersifat neerlandosentris?

Istilah ini mengacu pada kecenderungan dalam penulisan sejarah kolonial yang lebih menekankan pandangan dan kepentingan penjajah, dalam hal ini Belanda, daripada menggali sejarah dari sudut pandang masyarakat lokal yang dijajah.

Sebagai contoh, dalam karya-karya sejarawan Belanda, penjajahan sering digambarkan sebagai sebuah misi kemanusiaan yang membawa peradaban dan kemajuan kepada masyarakat yang dianggap primitif.

Dikutip dari buku Indonesia in the 19th Century: A Colonial Perspective, A. de Graaf, 1983:45, menekankan bahwa proses kolonialisasi Belanda dianggap memberikan manfaat dalam hal administrasi dan infrastruktur, tanpa memberi cukup ruang bagi suara dan pengalaman orang Indonesia yang dijajah.

Hal ini menciptakan distorsi besar dalam pemahaman sejarah Indonesia, karena tidak memberikan gambaran yang adil tentang perjuangan dan resistensi masyarakat lokal terhadap penjajahan.

Dampak Neerlandosentris pada Pemahaman Sejarah

Ilustrasi Sebagian Besar Karya Historiografi Kolonial Bersifat Neerlandosentris. Pexels/Pixabay

Sebagian besar karya historiografi kolonial bersifat neerlandosentris juga memiliki dampak besar terhadap cara orang Indonesia memandang sejarah mereka.

Sejarah yang ditulis dengan pendekatan ini, memberikan kesan bahwa Belanda adalah pihak yang membawa perubahan positif, sementara masyarakat Indonesia sering kali digambarkan sebagai pasif atau tergantung pada penjajahan.

Hal ini mengarah pada kesalahan pemahaman tentang perjuangan kemerdekaan yang sebenarnya sangat dipengaruhi oleh perlawanan masyarakat lokal terhadap kebijakan kolonial.

Penulisan sejarah yang demikian juga memperkuat pandangan bahwa Indonesia tidak dapat berkembang tanpa bantuan Belanda, yang jelas-jelas sebuah narasi yang meremehkan kontribusi besar bangsa Indonesia dalam membangun negaranya sendiri.

Sebagian besar karya historiografi kolonial bersifat neerlandosentris, yang mengakibatkan sejarah Indonesia lebih banyak dilihat melalui kacamata penjajah.

Penulisan sejarah seperti ini sangat membatasi pemahaman tentang peran masyarakat Indonesia dalam membentuk kemerdekaan dan perjuangan mereka.

Oleh karena itu, penting untuk menulis ulang sejarah Indonesia dari sudut pandang yang lebih adil dan berimbang, dengan memberi ruang bagi perspektif masyarakat lokal, agar dapat memperoleh gambaran sejarah yang lebih jujur dan objektif. (Anggie)

Baca Juga: Sejarah Munculnya Uang dalam Kehidupan Manusia