Konten dari Pengguna

Sejarah Al Ula, Kota yang Dianggap Terkutuk dan Dihindari Nabi Muhammad

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah kota Al Ula. Sumber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah kota Al Ula. Sumber foto: Unsplash

Sejarah Al Ula sebagai kota yang dianggap terkutuk memang sangat panjang dan menarik untuk diketahui. Sebab, Rasulullah SAW pun merasa enggan dan terlihat menghindar saat melewati kota ini.

Bahkan, kabarnya ketika melewati kota Al Ula, Nabi Muhammad SAW akan mempercepat langkahnya. Sebenarnya, bagaimana kisah di balik kota yang dianggap terkutuk ini? Penjelasan lebih lanjut, simak di sini.

Sejarah Al Ula, Kota yang Dianggap Terkutuk

Ilustrasi kota Al Ula. Sumber foto: Unsplash

Al Ula merupakan sebuah kota di Arab Saudi yang terletak 300 km dari utara Madinah. Pada zaman dahulu, kota ini menjadi ibu kota Lihyanites, kerajaan kuno di Arab yang hidup pada abad ke-7.

Dikutip dari buku Sejarah Arab sebelum Islam milik Dr. Jawwad Ali, Rasulullah pernah singgah di tempat ini saat sedang menempuh perjalanan ke Tabuk. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW tidak ingin meminum air dari kota ini dan ingin segera pergi.

Bahkan, beliau sering mempercepat langkah dan tidak menoleh ke kanan atau kiri saat sedang melintasi kota tersebut. Konon, perlakuan ini disebabkan oleh azab yang pernah menimpah Kota Al-Ula.

Dalam mitologi Arab sendiri, Al Ula dianggap sebagai daerah berhantu yang dihuni oleh bangsa jin dan roh jahat. Stigma ini melekat pada Al-Ula karena berkaitan dengan kisah kaum Tsamud.

Kaum Tsamud merupakan kaum Nabi Saleh AS yang dianggap menentang dan enggan menyembah Allah. Sejarawan sekaligus Ulama Ibnu Katsir pernah mengatakan dalam Qashash Al Anbiyaa, kaum ini pernah melanggar larangan menyembelih unta betina milik Nabi.

Kaum Tsamud juga meminta Nabi Saleh AS untuk mendatangkan azab, yang akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT. Melalui peristiwa ini, kaum Tsamud pun binasa. Hal inilah yang membuat Kota Al-Ula disebut sebagai markas bangsa Jin.

Bangkitnya Kota Al-Ula

Setelah ratusan tahun dianggap sebagai kota berhantu yang ditakuti, pemerintah Arab Saudi pun mengambil langkah dengan mengeluarkan modal hingga ratusan triliun, demi membangun kembali kota Al-Ula sebagai destinasi wisatawan.

Salah satu situs arkeologi yang paling terkenal dari kota ini adalah Mada'in Saleh, yang dibangun pada ribuan tahun lalu. Pada tahun 2008, situs tersebut diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Hingga kini, proyek pengembangan Al Ula menjadi salah satu agenda penting dalam visi Arab Saudi hingga 2030. (RN)