Sejarah Belanda Menyerah kepada Jepang Lewat Perjanjian Kalijati

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Belanda menyerah kepada Jepang tertulis dalam Perjanjian Kalijati yang dibuat pada 8 Maret 1942. Hal inilah yang menjadi tonggak awal penjajahan Jepang di Indonesia.
Perjanjian Kalijati menjadi bagian penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, tidak hanya sekadar menduduki Nusantara, Jepang juga melakukan sejumlah proganda. Simak selengkapnya di artikel ini.
Sejarah Belanda Menyerah kepada Jepang
Awal mula Belanda menyerah kepada Jepang dimulai pada 1 Maret 1942 di mana pada saat itu tentara Jepang menyerang Bandung dan berhasil menguasai kota Subang serta lapangan terbang Kalijati.
Dilansir dari buku Pendudukan Jepang di Indonesia karya Amelia F, keesokan harinya, tentara Hindia Belanda berusaha merebut Subang kembali, namun mengalami kegagalan.
Akhirnya, pada 3 Maret 1942, serangan balasan kedua kembali diluncurkan ke Subang yang sayangnya juga menimbulkan kegagalan total bagi pemerintah Hindia Belanda.
Karena terus-menerus mengalami kegagalan, pada 4 Maret 1942, tentara Hindia Belanda kembali menyerang Subang untuk terakhir kalinya yang sekali lagi gagal dan menimbulkan ratusan korban jiwa.
Pada 5 Maret 1942, tentara Jepang mulai bergerak dari Kalijati untuk menyerbu Bandung dari arah utara. Awalnya, mereka menyerang pertahanan Ciater yang menyebabkan tentara Hindia Belanda mundur ke kota Lembang.
Sayangnya, kota Lembang kembali dikuasai oleh Jepang pada 7 Maret 1942 yang menyebabkan pasukan Belanda di sekitar Bandung meminta penyerahan lokal.
Namun, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Jenderal Imamura di mana ia menuntut penyerahan total dari semua pasukan di Jawa dan menyerahkan Indonesia seutuhnya.
Apabila pasukan Belanda tidak menerima permintaan tersebut, maka kota Bandung akan dibom dari udara. Akhirnya, pihak Belanda berusaha memenuhi tuntutan Jepang.
Keesokan harinya, pada 8 Maret 1942, Gubernur Jenderal Tjarda Starkenborgh Stachouwer dan panglima tentara Hindia Belanda menemui Letnan Jenderal Imamura di Kalijati, Subang untuk berunding.
Hasil dari pertemuan tersebut adalah penyerahan tanpa syarat Belanda kepada Jepang. Peralihan kekuasaan ini ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kalijati antara Jenderal Ter Poorten dan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura.
Itulah sejarah Belanda menyerah kepada Jepang yang tertulis dalam Perjanjian Kalijati. Walau mengakhiri kekuasaan kolonial Belanda, tetap saja menjadi awal mula penjajahan Jepang.
