Sejarah Benteng Rotterdam, Lokasi, dan Fungsinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benteng Rotterdam adalah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjuangan rakyat Makassar melawan kolonial Belanda. Benteng ini juga populer disebut sebagai Benteng Ujung Pandang atau Benteng Panyyua. Lantas seperti apa sejarah Benteng Rotterdam?
Penjelasan selengkapnya, simak di sini!
Sejarah Benteng Rotterdam
Teguh Purwantari dalam buku berjudul Benteng menjelaskan bahwa Benteng Rotterdam dibangun pada masa Kerajaan Gowa di tahun 1545 pada masa kekuasaan Raja Gowa X yakni I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung.
Menurut sejarahnya, dikisahkan bahwa Kerajaan Gowa telah banyak melaksanakan pembangunan benteng di sekitar kawasan Makassar. Pada saat itu, Kerajaan Gowa telah mempunyai 17 benteng yang mengitari kawasan Makassar.
Awalnya pembangunan Bentang Rotterdam diberi nama oleh orang Gowa-Makassar dengan nama Benteng Panyyua. Panyyuan artinya penyu, sebab bangunan Benteng Rotterdam mirip seekor penyu.
Bengunan benteng ini kemudian jatuh ke penjajah Belanda karena sebuah kesepakatan berupa perjanjian Bungayya yang dilaksanakan antara Kerajaan Gowa dan Belanda.
Pada perjanjian ini, salah satu isinya adalah kewajiban Kerajaan Gowa menyerahkan Benteng Ujung Pandang kepada pihak Belanda. Sebelum terjadinya kesepakatan perjanjian Bungayya, tentara VOC menyerang benteng ini dan berhasil merusak bangunan benteng.
Bangunan Benteng Rotterdam
Bangunan Benteng rotterdam terdiri dari dua lantai yang dikelilingi oleh tembok-tembok setinggi 3 meter. Setelah berhasil dikuasai oleh Belanda, Gubernur Jenderal Speelman mengadakan perbaikan.
Desain bangunan benteng dirombak dengan corak bangunan yang khas benteng Belanda. Benteng Rotterdam mempunyai bentuk bujur sangkar dengan 4 area bastion yang menempati bagian setiap sudut bangunan.
Belanda juga menambahkan satu area bastion di sebelah Barat. Bukan hanya itu, Belanda juga mengubah nama benteng benteng Panyyuan menjadi Fort Rotterdam. Nama Rotterdam diambil dari nama lokasi kelahiran Gubernur Jenderal Speelman.
Lokasi Benteng Rotterdam
Benteng Rotterdam berlokasi di Jalan Sultan Abdullah No.3 Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Fungsi Benteng Rotterdam
Benteng Rotterdam pada masa kepemimpinan Raja Gowa difungsikan menjadi markas pasukan katak Kerajaan Gowa. Setelah dikuasai oleh Belanda, Benteng Rotterdam difungsikan sebagai gudang hasil bumi dan pusat perdagangan di kawasan Nusantara bagian Timur.
Bukan hanya itu, benteng Rotterdam juga digunakan sebagai markas besar komando pertahanan, pusat pemerintahan, penjara untuk kaum pribumi yang melawan terhadap Belanda, dan tempat tinggal untuk para petinggi Belanda.
Pada masa pemerintahan Jepang, benteng Rotterdam difungsikan sebagai pusat penelitian bahasa dan pertanian. Setelah Indonesia merdeka, benteng ini difungsikan menjadi pusat pertahanan KNIL. Pada tahun 1969 difungsikan sebagai barak militer dan perumahan sipil.
Demikianlah penjelasan tentang sejarah Benteng Rotterdam, lokasi, dan fungsinya yang menarik untuk diketahui. (eK)
