Sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta beserta Fungsinya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
26 Mei 2024 21:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta. Sumber: Goran Rakita/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta. Sumber: Goran Rakita/pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Benteng Vredeburg adalah salah satu benteng yang ada di Indonesia dan termasuk peninggalan Belanda. Sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta bermula dari permintaan pihak Belanda untuk mengawasi aktivitas keraton.
ADVERTISEMENT
Kustyaningsih, Djono, dan Yunianto dalam Museum Benteng Vredeburg sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah menyebutkan bahwa Benteng Vredeburg adalah benteng peninggalan VOC yang dibangun dari tahun 1760.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta, simak penjelasannya di artikel berikut.

Sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta

Ilustrasi sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta. Sumber: Baarast Project/pexels.com
Benteng Vredeburg adalah benteng peninggalan Belanda yang terdapat di Yogyakarta. Sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta bermula dari permintaan pihak Belanda untuk mengawasi aktivitas keraton.
Proses pembangunan Benteng Vredeburg dilakukan tahun 1760 dengan bentuk sederhana. Semula, tahun 1755, berdiri Kesultanan Yogyakarta yang kemudian membangun masjid, alun-alun, pasar, maupun bangunan lainnya.
Kemajuan pembangunan tersebut justru membuat pihak Belanda merasa khawatir. Alhasil, pihak Belanda pun meminta sultan untuk membangun benteng dengan alasan ingin melindungi keraton.
ADVERTISEMENT
Pasca pembangunan benteng, bagian temboknya hanya terbuat dari tanah, lalu diperkuat menggunakan tiang penyangga dari kayu pohon kelapa serta aren.
Pada 1767, proses pembangunan Benteng Vredeburg diperkuat atas usulan W.H. van Ossenberg. Untuk merampungkan pembangunan tersebut, arsitek asal Belanda, Ir. Frans Haak membutuhkan waktu selama 20 tahun.
Benteng tersebut akhirnya diberi nama Rustenburg. Sayangnya, di akhir abad ke-19, benteng itu mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi. Akhirnya, Belanda merenovasi benteng tersebut dan terjadi pergantian nama menjadi Benteng Vredeburg.

Fungsi Benteng Vredeburg di Yogyakarta

Pada dasarnya, fungsi Benteng Vredeburg di Yogyakarta adalah sebagai pengintai atau ruang jaga. Hal ini didukung oleh keberadaan empat bastion di setiap sudutnya dan parit.
Di dalam Benteng Vredeburg terdapat sejumlah bangunan penting, mulai dari gudang senjata, gudang logistik, asrama prajurit, rumah perwira, serta rumah sakit.
ADVERTISEMENT
Pada awal pendiriannya, fungsi Benteng Vredeburg adalah sebagai markas militer Belanda serta benteng pertahanan. Setelah Indonesia berada di bawah penjajahan Jepang, Benteng Vredeburg berfungsi sebagai tempat tawanan orang Indonesia serta Belanda, markas militer, sekaligus gudang senjata milik pihak Jepang.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, fungsi Benteng Vredeburg menjadi asrama untuk instansi militer Indonesia, markas pasukan, asrama, gudang senjata, serta perbekalan.
Demikian informasi mengenai sejarah Benteng Vredeburg Yogyakarta dan fungsinya. [ENF]