Konten dari Pengguna

Sejarah Blok di Jakarta, Salah Satunya Blok M yang Tak Pernah Tidur

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah blok di Jakarta, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Syahril Fadillah
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah blok di Jakarta, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Syahril Fadillah

Kawasan Blok M di Jakarta menyimpan sejarah yang menarik untuk diketahui. Hal ini membuat informasi seputar sejarah blok di Jakarta patut dipahami, agar bisa lebih mengenal wilayah di Jakarta, khususnya mengenai cerita berdirinya kawasan Blok M.

Dikutip dari situs kemenpar.go.id, kawasan Blok M adalah salah satu tempat hits di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi masyarakat. Di sini terdapat banyak tempat menarik untuk disambangi dan menjadi spot nongkrong kekinian di kalangan anak muda.

Sejarah Blok di Jakarta yang Menarik untuk Diketahui

Sejarah blok di Jakarta, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Syahril Fadillah

Di balik ramainya Blok M, ada sejarah menarik seputar berdirinya kawasan tersebut dan kawasan blok lainnya di Jakarta. Bagi yang penasaran, inilah sejarah blok di Jakarta, khususnya kisah di balik berdirinya kawasan Blok M yang menarik untuk diketahui.

Berdasarkan informasi dari situs selatan.jakarta.go.id, dahulu kawasan Kebayoran Baru awalnya dibagi menjadi beberapa blok. Pembagian blok ini disesuaikan dengan tipe peruntukan dan ukuran perumahan yang dibuat.

Hal tersebut dilakukan karena Kebayoran Baru merupakan wilayah pemukiman baru, karena kawasan Gambir dan sekitarnya dinilai telah padat penduduk.

Saat itu, kebutuhan pemukiman cukup mendesak dan banyak fasilitas publik yang diperlukan untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat pemerintahan Indonesia.

Lalu, pada tahun 1948, H. Moh. Soesilo merancang wilayah Kebayoran Baru untuk dijadikan blok. Soesilo merupakan murid Thomas Karsten, arsitek Hindia Belanda yang ikut merancang kota Bandung, Malang, dan Bogor pada masa penjajahan.

Konsep dalam membangun Kebayoran Baru adalah “Kota Taman”. Dalam konsep ini, ruang terbuka hijau mendapat perhatian khusus sebagai ruang milik publik. Pembangunan ini dimulai pada 8 Maret 1949 dengan peletakkan batu pertama dan selesai pada tahun 1955.

Diketahui dahulu terdapat sejumlah blok, mulai dari Blok A hingga Blok S, dengan Blok M sebagai kawasan pusat kota. Adapun daftar blok yang ada selengkapnya adalah sebagai berikut.

  • Blok A dan Blok O kini menjadi wilayah Kelurahan Pulo.

  • Blok B, Blok C, dan Blok D kini menjadi wilayah Kelurahan Kramat Pela.

  • Blok E, Blok F, Blok G dan Blok H kini menjadi wilayah Kelurahan Gunung.

  • Blok I, Blok J, sebagian Blok K, dan Blok R kini menjadi wilayah Kelurahan Selong.

  • Sebagian Blok K, Blok L, Blok M, dan Blok N membentuk Kelurahan Melawai.

  • Blok P dan sebagian Blok Q, kini menjadi bagian dari Kelurahan Petogogan.

  • Sebagian Blok J, sebagian Blok Q, dan Blok S, terletak di sekitar lapangan Senayan, tepi Jalan Suryo, menjadi Kelurahan Rawa Barat.

Sampai saat ini, penyebutan nama daerah dengan blok-blok yang ada masih sering terdengar untuk beberapa wilayah, terutama Blok M.

Sempat mengalami perkembangan pesat pada tahun 1980-an, Blok M menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan populer untuk tempat nongkrong anak muda.

Meski sempat mengalami sepi pengunjung pada beberapa tahun lalu. Kini Blok M kembali menjadi pusat tempat anak muda berkumpul di Jakarta.

Hal ini dikarenakan hadirnya MRT yang membuat suasana kembali hidup dan mempermudah akses menuju kawasan tersebut.

Itulah informasi mengenai sejarah blok di Jakarta yang menarik untuk diketahui. Setelah mengetahui sejarah tersebut, maka wawasan seputar wilayah di Jakarta bisa bertambah. (PRI)

Baca juga: Sejarah Jakarta Pusat beserta Tempat Wisata yang Populer