Konten dari Pengguna

Sejarah dan Ciri-Ciri Homo Soloensis yang Penting Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Homo Soloensis. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Homo Soloensis. Sumber: Unsplash

Homo Soloensis adalah subspesies manusia purba yang dipercaya berasal dari daerah Solo. Subspesies ini mempunyai sejarah dan ciri-ciri yang menarik untuk dibahas.

Dikutip dari buku Sejarah oleh Prof. Dr. M. Habib Mustopo, dkk., Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 hingga 300.000 tahun yang lalu. Volume otak dari manusia purba ini mencapai 1.300 cc.

Membahas mengenai sejarah hingga ciri-ciri Homo Soloensis adalah hal yang menarik. Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Sejarah Homo Soloensis

Ilustrasi Homo Soloensis. Sumber: Unsplash

Homo Soloensis merupakan jenis manusia purba yang dipercaya hidup di zaman Paleolitik. Spesies satu ini masuk ke dalam genus Homo Erectur, yaitu manusia berdiri tegak.

Konon, manusia purba Homo Soloensis juga disebut Solo Man atau Manusia dari Solo karena menjadi subspesies manusia dari daerah Solo, Jawa Tengah.

Homo Soloensis ditemukan pertama kali oleh pakar purbakala Belanda bernama Ter Haar, Oppenoorth, dan G.H.R von Koenigswald yang sudah belajar mengenai kehidupan purba. Mereka menemukan spesies ini di Desa Ngandong, Sangiran sekitar tahun 1931 sampai 1933.

Ketika menemukan fosil Homo Soloensis, von Koenigswald menemukan 11 fosil tengkorak. Sebagian besarnya sudah hancur, tetapi masih terdapat bagian yang dapat diteliti. Namun, beberapa tulang rahang serta gigi dari seluruh fosil tersebut tidak ditemukan.

Homo Soloensis diduga hidup sekitar 300.000 sampai 900.000 tahun yang lalu dan sudah memiliki budaya yang maju serta berkembang daripada spesies Pithecanthropus Erectus.

Ciri-Ciri Homo Soloensis

Ciri-ciri Homo Soloensis dapat terbagi menjadi ciri fisik dan ciri non fisik dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Ciri Fisik

Adapun ciri fisik Homo Soloensis adalah sebagai berikut:

  • Gigi dan tulang rahang besar dan kuat.

  • Bentuk tulang belakang lurus dan panjang.

  • Jari-jari tangan panjang dan fleksibel.

  • Berjalan dengan stabil dan tegak.

  • Kaki kuat dan panjang.

  • Fisik terlihat proporsional dan kompak.

  • Rasio tinggi dan berat badan lebih seimbang daripada spesies manusia purba lain.

  • Volume otak lebih besar daripada Pithecanthropus Erectus, yaitu 1.000 sampai 1.300 cc.

  • Tinggi badan antara 130 sampai 210 cm.

2. Ciri Non Fisik

Berikut ini ciri non fisik dari Homo Soloensis:

  • Pemakan tumbuhan dan hewan.

  • Manusia purba pertama yang memakai api untuk memasak.

  • Berburu dan mengumpulkan makanan demi bertahan hidup.

  • Pandai menciptakan alat-alat sederhana yang bermanfaat.

  • Hidup secara nomaden.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai Homo Soloensis.(LAU)