Sejarah dan Dampak Revolusi Cina yang Penting Diketahui

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
8 Januari 2024 0:25 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Sejarah Revolusi China. SUmber foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Revolusi China. SUmber foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Sebagai salah satu peristiwa sejarah yang besar, dampak Revolusi Cina merupakan hal yang penting untuk diketahui. Sebab, peristiwa ini berhasil mendirikan RRC sebagai negara komunis terbesar di dunia.
ADVERTISEMENT
Revolusi yang pecah pada tahun 1911 ini sendiri membawa dampak besar bagi perubahan tata politik dan sosial di Cina. Bagaimana sejarahnya? Apa saja dampaknya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Sejarah dan Dampak Revolusi Cina

Ilustrasi sejarah Revolusi China. Sumber foto: Unsplash
Pada abad ke-19 Masehi, sejumlah pemahaman, seperti nasionalisme dan demokrasi mulai masuk ke kawasan Asia. Akibatnya, hal ini menimbulkan beberapa pergolakan sosial politik di beberapa negara.
Salah satu negara yang ikut terkena pergolakan tersebut adalah Cina. Negara ini mengalami sebuah pergolakan politik, yakni usaha untuk meruntuhkan kekaisaran Dinasti Manchu yang sedang memimpin.
Dikutip dari Modul Sejarah Kelas XI, Dinasti Manchu sendiri memang dianggap asing oleh bangsa Tiongkok, karena berasal dari Manchuria, daerah yang berbatasan dengan Tiongkok Utara.
ADVERTISEMENT
Akhirnya, Revolusi Cina pun dimulai pada tahun 1911 hingga 1912 M. Tujuan utamanya adalah untuk mendirikan negara demokrasi China. Karena peristiwa ini, terdapat sejumlah dampak besar dalam sejarah dunia. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Runtuhnya Dinasti Manchu

Revolusi China berhasil meruntuhkan kekuasaan Dinasti Manchu yang berkuasa sejak abad 17. Selama berdiri, China selalu menerapkan sistem monarki, di mana dinasti lama digantikan oleh dinasti baru.
Akan tetapi, Revolusi China berhasil menggantikan sistem monarki dan feodalisme yang berlangsung selama berabad-abad, menjadi sistem republik.

2. Berdirinya Republik Rakyat China

Setelah Dinasti Manchu runtuh, Republik China pun mulai didirikan pada 1 Januari 1912. Kemudian, Sun Yat Sen dipilih oleh majelis Nanjing sebagai presiden sementara.
Namun, untuk menghindari perang saudara antara utara dan selatan, Sun Yat Sen langsung mengundurkan drii dan menyerahkan jabatannya paada Yuan Shikai, yakni mantan menteri pada masa kekaisaran.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, Yuan terindikasi ingin mengembalikan China ke sistem monarki, yang akhirnya membuat Sun Yat Sen melakukan perlawanan pada 1916. Jabatan presiden pun kembali dipegang oleh Sun Yat Sen.

3. Pecahnya Perang Saudara

Dampak yang terakhir dari Revolusi China adalah meletusnya perang saudara, akibat ideologi radikal barat seperti Marxisme mulai menarik perhatian para kaum intelektual di negara tersebut. Akhirnya, muncullah Partai Komunis di China.
Penerus Sun Yat Sen yang saat itu memegang paham nasionalis, langsung melakukan perlawanan terhadap kaum komunis. Akibatnya, Perang Saudara pun tak dapat terelakkan.
Demikian penjelasan mengenai dampak Revolusi China. Setelahnya, China pun berhasil menjadi negara komunis terbesar di dunia. (RN)