Konten dari Pengguna

Sejarah dan Tujuan Pembentukan BPUPKI yang Penting Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tujuan Pembentukan BPUPKI. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tujuan Pembentukan BPUPKI. Sumber: Unsplash

Terdapat tujuan pembentukan BPUPKI yang penting untuk diketahui karena menjadi sejarah tersendiri.

Dikutip dari buku IPS Terpadu oleh Sri Pujiastuti, dkk., BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk pada 1 Maret 1945 oleh pemerintah Jepang melalui Jenderal Kumakici Harada.

Lantas, bagaimana sejarah dan tujuan pembentukan BPUPKI?

Sejarah Pembentukan BPUPKI

Ilustrasi Tujuan Pembentukan BPUPKI. Sumber: Unsplash

Pada 1 Maret 1945, pemerintah pendudukan Jepang di Jawa bernama Jenderal Kumakici Harada mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Coosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Badan tersebut dibentuk untuk menyelidiki berbagai hal penting mengenai pembentukan Indonesia merdeka. Pengumuman mengenai pengurus kemudian dilakukan pada 29 April 1945 dengan ketua Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat.

Karena dianggap sudah menjalankan tugas-tugasnya sampai selesai, BPUPKI dibubarkan pada 7 Agustus 1945.

Selama adanya BPUPKI, BPUPKI sudah melakukan sidang sebanyak dua kali. Sidang pertama pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945, sedangkan sidang kedua pada 10 Juli sampai 17 Juli 1945.

Tujuan Pembentukan BPUPKI

BPUPKI dibentuk karena suatu tujuan tertentu, yaitu:

  1. Menarik simpati masyarakat Indonesia agar mau membantu Jepang melawan Sekutu. Ketika itu, Jepang memberi janji kemerdekaan serta melakukan politik kolonial pada 1 Maret 1945.

  2. Mempelajari maupun menyelidiki berbagai hal mengenai pembentukan negara Indonesia atau tata pemerintahan Indonesia merdeka.

Anggota BPUPKI

BPUPKI terdiri dari 62 orang Indonesia, 8 orang pengamat dari Jepang, serta tambahan 6 anggota Indonesia. Adapun anggota BPUPKI adalah:

  • K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (ketua)

  • R.P. Soeroso (Wakil Ketua)

  • Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua)

  • Ir. Soekarno

  • Moh. Hatta

  • Mr. Muhammad Yamin

  • Mr. Johannes Laturhary

  • Mr. R. Hindromartono

  • R. Soekardjo Wirjopranoto

  • K.H. Ahmad Sanusi

  • Agoes Moechsin Dasaad

  • Tang Eng Hoa

  • Soerachman Tjokroadisoerjo

  • RAA. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro

  • KRMTH. Woerjaningrat

  • Mr. Achmad Soebardjo

  • Prof. Dr. R. Djenal Asikin Widjajakoesoema

  • RM . Abikoesno Tjokrosoejoso

  • Parada Harahap

  • Mr. RM. Sartono

  • KH. Mas Mansoer

  • Drs. KRMA. Sosrodiningrat

  • Mr. R. Soewandi

  • KH. Abdul Wachid Hasjim

  • P.F Dahler

  • Dr. Sukiman Worjosandjojo

  • Mr. KRMT. Wongsonegoro

  • R. Oto Iskandar Di Nata

  • AR. Baswedan Abdoel Kadir

  • Dr. Samsi Sastrowidagdo

  • Mr. A.A Maramis

  • Mr. R. Samoeddin

  • Mr. R. Sastromoeljono

  • KH. Abdoel Fatah Hasan

  • R. Asikin Natangera

  • GPH. Soerjohamidjojo

  • Ir. P. Mohammad Noor

  • Mr. Mas Besar Martokoesoemo

  • Abdoel Kaffar

Itu dia sekilas pembahasan mengenai sejarah dan tujuan pembentukan BPUPKI.(LAU)