Konten dari Pengguna

Sejarah Gapura Bajang Ratu dan Asal-usulnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Gapura Bajang Ratu. Unsplash.com/Ivan Aleksic
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Gapura Bajang Ratu. Unsplash.com/Ivan Aleksic

Sejarah Gapura Bajang Ratu adalah salah satu peninggalan bersejarah dari Kerajaan Majapahit. Tempat ini terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Dikutip dari Ensiklopedia p2k.stekom.ac.id, bangunan ini berbentuk gapura atau gerbang yang megah, mencerminkan keahlian arsitektur pada masa kejayaan Majapahit.

Sejarah Gapura Bajang Ratu dan Asal Usulnya

Ilustrasi Sejarah Gapura Bajang Ratu. Unsplash.com/Victor Lu

Sejarah Gapura Bajang Ratu berasal dari nama “Bajang Ratu” yang dalam bahasa Jawa berarti “raja kecil” atau “raja cacat”.

Menurut legenda setempat, nama ini dikaitkan dengan Raja Jayanegara, raja kedua Majapahit yang naik takhta pada usia muda.

Kata “bajang” berarti “bujang” atau “belum dewasa”, sehingga gapura ini disebut “Bajang Ratu” yang berarti “Raja Muda”.

Gapura ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 Masehi. Fungsinya masih menjadi perdebatan di kalangan arkeolog.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa gapura ini digunakan sebagai pintu masuk ke bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara pada tahun 1328 Masehi.

Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa gapura ini berfungsi sebagai pintu belakang kerajaan sekaligus sebagai bangunan suci untuk upacara peruwatan atau penyucian.

Secara arsitektural, Gapura Bajang Ratu memiliki tinggi sekitar 16,5 meter dengan lebar dasar sekitar 11,5 meter. Bangunan ini terbuat dari batu bata merah dengan hiasan relief yang indah.

Salah satu relief yang menonjol adalah relief cerita Ramayana yang menghiasi bingkai pintu. Desain gapura ini menunjukkan kemiripan dengan candi-candi di kompleks Candi Panataran di Blitar, yang juga berasal dari periode yang sama.

Keunikan lain dari Gapura Bajang Ratu adalah bentuknya yang ramping dan tinggi, berbeda dengan gapura lain pada umumnya.

Selain itu, gapura ini memiliki atap bertingkat yang dihiasi dengan ukiran-ukiran khas Majapahit, menambah keanggunan dan keindahan bangunan ini.

Saat ini, Gapura Bajang Ratu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik di Jawa Timur. Pengunjung dapat menyaksikan langsung keindahan arsitektur peninggalan Majapahit dan memahami lebih dalam tentang sejarah serta budaya pada masa itu.

Pelestarian situs-situs seperti sejarah Gapura Bajang Ratu sangat penting agar generasi mendatang dapat terus mempelajari dan menghargai warisan budaya bangsa. (Aya)

Baca Juga: Sejarah Wayang Antasena dalam Dunia Pewayangan