Konten dari Pengguna

Sejarah Gerwani sebagai Organisasi Perempuan Terbesar di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Gerwani. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Gerwani. Foto: Pixabay

Sejarah Gerwani awalnya didirikan untuk memberantas buta huruf dan pendirian sekolah. Namun, dalam perkembangannya, organisasi ini memiliki tujuan yang lebih luas.

Gerwani juga dikaitkan dengan peristiwa G30S sehingga dibubarkan pada zaman Orde Baru. Simak sejarah Gerwani melalui artikel di bawah ini.

Sejarah Gerwani

Ilustrasi sejarah Gerwani. Foto: Pixabay

Dalam buku Jati Diri HMI-Wati karya Azhari Akmal, Gerwani awalnya bernama Gerwis yang sering disebut sebagai gerakan feminis sosialis dengan posisi ideologi yang jelas dan tegas.

Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) resmi berdiri di Semarang pada 4 Juni 1950. Perubahan nama menjadi Gerwani terjadi tahun 1954, tepat setelah Kongres I dilaksanakan.

Gerwani memutuskan untuk menjadi sebuah organisasi seperti yang tertuang dalam anggaran dasarnya, yakni sebagai organisasi untuk pendidikan dan perjuangan yang tidak menjadi bagian dari partai politik mana pun.

Selain itu, keanggotaan Gerwani terbuka untuk perempuan di atas 16 tahun. Anggota Gerwani juga boleh merangkap dalam organisasi, misal dengan SOBSI atau organisasi apa saja.

Gerwani terus berkembang dengan tujuan yang menjadi semakin luas. Gerwani ingin memimpin gerakan yang lebih luas dengan keutamaan kepentingan perempuan.

Gerwani merasa harus mengawasi persatuan guna mencapai tujuan dalam menegakkan kepentingan perempuan dengan benar.

Anggota Gerwani bercita-cita mencapai emansipasi dan kebahagiaan keluarga sepenuhnya yang hanya mungkin terjadi jika penindasan dihapuskan.

Gerwani juga berpendapat bahwa harus adanya penggalangan kekuatan dari bawah untuk menekan pemerintah agar berjalan sesuai arah yang diinginkan.

Terakhir adalah Gerwani menghendaki agar perempuan memainkan peran dalam politik nasional. Atas beberapa hal tersebut, Gerwani akhirnya disangkutpautkan dengan gerakan G30S.

Saat itu, Gerwani bahkan dituduh melakukan perbuatan biadab dan kekejaman seksual dalam peristiwa Lubang Buaya yang ternyata tidak terbukti.

Gerwani pada akhirnya dibubarkan pada zaman Orde Baru, tetapi tidak pernah menutup fakta bahwa Gerwani pernah menjadi organisasi terbesar dalam menyuarakan pentingnya keadilan bagi perempuan.

Demikian adalah sejarah Gerwani sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia kala itu. (SP)