Konten dari Pengguna

Sejarah Gunung Kidul, Kesenian, dan Pesona Wisatanya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Gunung Kidul, Foto: Unsplash/Andi Hasbi Jaya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Gunung Kidul, Foto: Unsplash/Andi Hasbi Jaya

Gunung Kidul adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Dengan keindahan alam dan budayanya, wilayah ini menyimpan cerita panjang tentang sejarah Gunung Kidul di Indonesia.

Mengutip Jurnal Humaniora, Andi Putranto, (2023: 225), Secara geografis, Gunung Kidul terletak di kawasan pegunungan kapur (karst), yang menjadikan sebagian besar wilayahnya sebagai lahan kering dan mudah mengalami kekeringan.

Sejarah Gunung Kidul

Ilustrasi Sejarah Gunung Kidul, Foto: Unsplash/Andi Hasbi Jaya

Sejarah Gunung Kidul diyakini telah ada sejak masa prasejarah. Pernyataan ini dibuktikan dengan banyaknya situs prasejarah megalitik seperti Situs Sokoliman dan Situs Gunung Bang ditemukan di wilayah tersebut.

Pada zaman kerajaan, Gunung Kidul termasuk dalam wilayah kerajaan besar di Jawa, seperti Kerajaan Mataram Kuno dan Kerajaan Majapahit. Penemuan-penemuan monumental berupa candi menggambarkan pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di daerah ini.

Ada juga cerita rakyat yang mengisahkan bahwa Gunung Kidul menjadi tempat persembunyian bagi tokoh-tokoh Majapahit saat pengaruh Islam mulai menyebar di Jawa. Kelompok tersebut kemudian menyebar dan berpisah untuk menghilangkan jejaknya.

Kesenian Gunung Kidul

Ilustrasi Sejarah Gunung Kidul, Foto: Unsplash/Lighten Up

Kesenian di Gunung Kidul sangat bervariasi, menggambarkan tradisi yang telah ada sejak zaman dulu dan terus dijaga oleh masyarakat setempat. Di antaranya, kesenian srandul dan wayang beber..

Sandrul biasanya ditampilkan di akhir upacara bersih desa. Dengan adanya sesaji dan pembakaran dupa, pertunjukan ini menunjukkan adanya keyakinan masyarakat terhadap warisan tradisi leluhur mereka.

Wayang beber adalah tradisi yang hanya ada di dua daerah, yaitu Pacitan dan Gunung Kidul. Meskipun tidak seterkenal wayang kulit, jenis wayang ini pernah dipertunjukkan di Pura Mangkunegaran (1932) dan Paku Alaman (1935).

Pesona Wisata Gunung Kidul

Ilustrasi Sejarah Gunung Kidul, Foto: Unsplash/Ivan Samudra

Saat ini, Gunung Kidul juga tengah berfokus pada pengembangan pariwisata yang ramah lingkungan. Pemerintah daerah terus berupaya mempromosikan potensi wisata alam, budaya, dan sejarah sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat.

Beberapa destinasi wisata menarik di Gunung Kidul antara lain pantai Nglambor, air terjun Sri Gethuk, pantai Pulang Sawal, goa Jomblang, dan masih banyak lagi.

Demikianlah sejarah gunung kidul, kesenian, dan pesona wisatanya. Dari zaman prasejarah hingga masa kemerdekaan, Gunung Kidul memiliki peran penting dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia. (nabila)

Baca juga: Sejarah Gunung Sumbing, Warisan Alam yang Menyimpan Kisah Legendaris