Konten dari Pengguna
Sejarah Hajar Aswad, Batu Mulia yang Dibawa dari Surga
16 Maret 2025 22:17 WIB
·
waktu baca 3 menitDiperbarui 7 Agustus 2025 19:47 WIB

Kiriman Pengguna
Sejarah Hajar Aswad, Batu Mulia yang Dibawa dari Surga
Berikut adalah sejarah Hajar Aswad, batu mulia yang dibawa dari surga.Sejarah dan Sosial
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Sejarah Hajar Aswad menjadi salah satu bagian penting dalam kisah peradaban Islam. Sebab, batu ini dipercaya berasal dari surga dan memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat muslim.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari situs resmi kemenag.go.id, Hajar Aswad merupakan batu rubi yang diturunkan oleh Allah dari surga melalui malaikat Jibril. Batu berwarna hitam ini dapat dijumpai di salah satu sudut Ka'bah, tepatnya di sudut tenggara bangunan Ka'bah.
Asal-usul dan Kisah Peletakan Hajar Aswad
Jadi salah satu batu dengan nilai spiritual tinggi bagi umat Islam, membuat sejarah Hajar Aswad menarik untuk diketahui. Awal mula hadirnya Hajar Aswad adalah ketika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menemukan batu tersebut saat membangun Ka'bah.
Dikutip dari buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram, Mansya Aji Putra, (2023:48), diketahui batu tersebut telah terpasang di salah satu bagian Ka'bah dan dibawa oleh malaikat Jibril. Akhirnya batu tersebut pun menjadi tanda bagi orang-orang yang akan memulai tawaf.
ADVERTISEMENT
Ka'bah juga sempat mengalami renovasi saat Rasulullah berusia 35 tahun, yakni 5 tahun sebelum awal kenabian. Saat itu, orang-orang Quraisy sepakat untuk merenovasi Ka'bah, karena kerap terjadi pencurian barang berharga yang tersimpan di dalamnya.
Lalu, terjadi banjir besar yang melanda Makkah hingga mencapai Baitul Haram. Khawatir Ka'bah menjadi runtuh, hal tersebut akhirnya menguatkan kaum Quraisy untuk memilih merenovasi Ka'bah.
Ketika pembangunan saat renovasi Ka'bah sampai di bagian Hajar Aswad, mereka pun berselisih mengenai siapa yang berhak untuk meletakkan Hajar Aswad di tempatnya. Akhirnya, atas kehendak Allah, Rasulullah terpilih untuk meletakkan kembali batu tersebut.
Untuk menyelesaikan perselihan yang terjadi, Rasulullah pun meminta selembar kain dan meletakkan Hajar Aswad di bagian tengah kain tersebut. Kemudian, Rasulullah meminta para pemuka kabilah yang berselisih untuk memegang ujung selendang.
ADVERTISEMENT
Dengan cara tersebut, Rasulullah mengambil Hajar Aswad dan meletakkan batu tersebut ke tempatnya. Cara yang dilakukan Rasulullah pun berhasil menyelesaikan perselisihan yang terjadi.
Peristiwa Pencurian Hajar Aswad
Sudah hadir sejak lama membuat Hajar Aswad telah melewati sejumlah peristiwa penting. Salah satunya adalah Hajar Aswad pernah dicuri.
Dikutip dari buku Setan Pun Hafal Ayat Kursi, Aep Saepulloh Darusmanwiati, (2008:218), pada tahun 317 H, Abu Thahir al-Qurmuthi, seorang kepala suku jazirah Arab di bagian timur datang menyerbu kota Makkah. Dengan mudah, mereka berhasil menguasai Makkah.
Kedatangan Abu Thahir ini untuk membongkar Ka'bah dan mencuri Hajar Aswad. Meski Abu Thahir tidak berhasil membongkar Ka'bah, namun Hajar Aswad berhasil dicurinya.
Baru setelah 22 tahun, batu tersebut berhasil dikembalikan ke tempat semula. Hal ini dikarenakan salah seorang khalifah Bani Abbasiyyah menebusnya seharga 30.000 dinar, sesuai informasi dari buku Setan Pun Hafal Ayat Kursi, Aep Saepulloh Darusmanwiati, (2008:219).
ADVERTISEMENT
Sejarah Hajar Aswad menjadi bukti bahwa batu ini memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Tidak heran, jika umat muslim yang berkunjung ke Makkah ingin melihat, bahkan menyentuh dan mencium batu ini secara langsung. (Prima)
Baca Juga: Daftar Marga di Ambon yang Paling Terkenal

