Sejarah Hari Buku Sedunia, Tujuan, dan Cara Merayakannya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Buku Sedunia diperingati setiap tanggal 23 April. Sejarah Hari Buku Sedunia ini bermula dari inisiasi UNESCO pada 23 April 1995 untuk menghormati para penulis terkenal.
Prasetyo dan Laksmi dalam Kajian Semiotik E-Poster Peringatan Hari Buku Sedunia Perpustakaan Nasional RI di Instagram menyebutkan bahwa Hari Buku Sedunia diperingati untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya membaca.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar sejarah Hari Buku Sedunia, simak selengkapnya di artikel berikut.
Sejarah Hari Buku Sedunia
Hari Buku Sedunia atau World Book Day adalah perayaan yang dilaksanakan di dunia untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak akan pentingnya membaca buku. Sejarah Hari Buku Sedunia bermula dari inisiasi UNESCO.
Pada awalnya, UNESCO membentuk Hari Buku Sedunia untuk menghormati sejumlah penulis terkenal, seperti William Wordsworth, William Shakespeare, David Halberstam, Miguel del Cervantes, hingga Inca Garcilaso de la Vega yang wafat tanggal 23 April.
Sebelumnya, terdapat sejumlah opsi tanggal penentuan Hari Buku Sedunia. Salah satunya Vicente Clavel Andre, yang memberikan saran agar peringatan ini ditujukan untuk menghormati Miguel de Cervantes yang meninggal pada 22 April 1616.
Sehari setelahnya, dua penulis legendaris juga meninggal dunia, yaitu Leo Tolstoy dan William Shakespeare.
Untuk menghormati para penulis legendaris tersebut, akhirnya UNESCO menyepakati perayaan Hari Buku Sedunia pada 23 April 1995.
Pada 23 April 1997, Hari Buku Sedunia pertama kali dirayakan di Irlandia serta Inggris untuk menggerakkan kaum muda agar mau membaca buku.
Tujuan Perayaan Hari Buku Sedunia
Perayaan Hari Buku Sedunia mempunyai sejumlah tujuan. Adapun beberapa tujuan Hari Buku Sedunia, antara lain:
Memperingati dan menghormati meninggalnya para penulis legendaris.
Mendorong kaum muda untuk mau membaca buku.
Menyadarkan masyarakat akan pentingnya membaca bagi pengetahuan diri serta masa depan.
Menunjukkan kepada kaum muda bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan.
Cara Merayakan Hari Buku Sedunia
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Buku Sedunia.
Beberapa cara merayakan Hari Buku Sedunia adalah sebagau berikut.
Mulai membiasakan diri untuk membaca buku setiap hari, minimal selama 15-30 menit.
Mendonasikan buku ke perpustakaan.
Membuka ruang baca di tempat umum guna menarik masyarakat agar terdorong untuk membaca.
Mengadakan sosialisasi atau seminar terkait pentingnya membaca.
Demikian informasi mengenai sejarah Hari Buku Sedunia, tujuan, dan cara memperingatinya. [ENF]
