Sejarah Hari Juang Kartika TNI AD Setiap 15 Desember

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Hari Juang Kartika TNI AD atau disebut juga Hari Infanteri dimulai pada 12 - 15 Desember 1945 saat meletusnya tragedi Palagan Ambarawa.
Ketika itu, terjadi perang besar antara pasukan TKR Indonesia dengan pasukan sekutu yang ingin merebut wilayah Ambarawa di daerah Jawa Tengah.
Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai sejarah Hari Juang Kartika TNI AD yang diperingati setiap 15 Desember.
Sejarah Hari Juang Kartika TNI AD
Dipaparkan dalam buku Mengisi Ruang Kosong, Buah Pikir Tentara Rakyat karya Mayjen TNI Kunto Arief, bahwa peristiwa Ambarawa dipimpin oleh Jenderal Soedirman.
Sedangkan, tentara sekutu berada di bawah komando Brigadir Jenderal Bethel mendarat di Semarang pada 20 Oktober 1945 dan sebagian lainnya melanjutkan perjalanan ke Magelang.
Berdasarkan buku Sejarah 3: SMP Kelas IX karya Anwar dan Suryana, masyarakat Magelang awalnya menyambut baik kedatangan sekutu yang akan mengurus tawanan perang.
Namun ternyata, kedatangan sekutu diikuti oleh NICA yang secara sepihak mulai membebaskan tawanan Belanda sekaligus membuat kekacauan di kota.
Perang tak terhindarkan dan Soekarno turun tangan langsung untuk menenangkan para pemuda. Tentara sekutu bisa menyelamatkan diri dan bahkan secara diam-diam mundur ke Ambarawa pada 21 November 1945.
Saat itu, tentara sekutu mencoba menduduki dua desa di Ambarawa yang kemudian mendapat perlawanan langsung dari TKR Banyumas, Salatiga, Surakarta, dan Yogyakarta.
Perang kembali terjadi di sepanjang rel kereta api Ambarawa yang menyebabkan gugurnya Letnan Kolonel Isdiman yang merupakan Komandan Resimen Banyumas.
Jenderal Soedirman yang merupakan Panglima Divisi V/Banyumas tentu tidak tinggal diam dan segera turun tangan langsung ke medan pertempuran.
Pada 12 Desember 1945, pasukan Indonesia melancarkan serangan dengan menguasai jalanan sekaligus membuat barikade antara Semarang dan Ambarawa.
Setelah itu, dengan gencar menyerang setiap konvoi negara sekutu selama 3 hari. Tentara sekutu mengalami kekalahan dan akhirnya mundur ke Semarang pada 15 Desember 1944.
Oleh karena itu, 15 Desember akhirnya dinobatkan menjadi Hari Infanteri yang kini berubah menjadi Hari Juang Kartika TNI AD. Selain itu, dibangun juga monumen Palagan Ambarawa.
Hari Juang Kartika TNI AD dimaksudkan untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para prajurit yang telah berjuang demi keutuhan dan keamanan bangsa.
Demikian adalah sejarah Hari Juang Kartika TNI AD setiap 15 Desember. (SP)
