Konten dari Pengguna

Sejarah Jalan Asia Afrika Bandung dan Fakta Uniknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Sejarah Jalan Asia Afrika Bandung. Sumber: Kaique Rocha/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Sejarah Jalan Asia Afrika Bandung. Sumber: Kaique Rocha/Pexels.com

Sejarah Jalan Asia Afrika Bandung dibangun pada masa kolonial Belanda dengan nama Grote Postweg. Jalan Asia Afrika Bandung termasuk jalan bersejarah dengan sepanjang jalan yang dipenuhi aneka kuliner dan banyak berbagai spot sejarah menarik.

Untuk mengetahui sejarah dan fakta unik Jalan Asia Afrika Bandung, simak uraian berikut!

Sejarah Jalan Asia Afrika Bandung

Ilustrasi: Sejarah Jalan Asia Afrika Bandung. Sumber: Asad Photo Maldives/Pexels.com

Rencana pembangunan Jalan Asia Afrika bermula ketika penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18-24 April 1955. Jalan ini dijadikan sebagai ruas protokol paling tua yang berada di Kota Bandung.

Pembangunan Jalan Asia Afrika dilaksanakan pada masa pemerintahan Daendels. Ketika proses pembangunan Jalan Asia Afrika, banyak sekali pribumi yang menjadi korbannya. Diperkirakan sekitar 30.000 jiwa yang menjadi korban saat pembangunan jalan ini.

Fakta Unik Jalan Asia Afrika Bandung

Febriana dan Teguh Amor dalam buku berjudul Telusur Bandung menjelaskan bahwa Jalan Asia Afrika adalah bagian dari Jalan Raya Pos (de Groote Postweg) sepanjang kurang lebih 1.000 km.

Jalan Raya Pos menghubungkan Anyer - Batavia - Bogor - Sukabumi - Cianjur - Bandung dan kota-kota sepanjang pantai utara Pulau Jawa ke arah timur sampai Panarukan.

Pembangunan Jalan Raya Pos adalah proyek besar yang dipimpin Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Hermann Willem Daendels dan dibangun antara tahun 1808-1811.

Jalan Asia Afrika sendiri menjadi saksi bagi pembangunan awal di Kota Bandung. Beberapa gedung di jalan ini mempunyai nilai superlatif dan historis, seperti:

  • Savoy Homann (hotel pertama di Bandung)

  • Gedung Merdeka (eks gedung klab pertama di Bandung dan juga tempat diselenggarakan Konferensi Asia Afrika).

Jalan Asia Afrika Bandung melintang secara horizontal, membagi kota Bandung menjadi wilayah utara dan wilayah selatan.

Pada zaman kolonial, wilayah utara adalah zona yang umumnya ditujukan bagi warga Eropa. Sementara, wilayah selatan dialokasikan bagi warga pribumi, seperti Jawa, Sunda, dan lainnya.

Pembagian itu diterapkan pemerintah kolonial dengan tujuan mempermudah administrasi pemerintahan, yaitu pemerintahan pribumi dan pemerintahan Hindia Belanda yang menjadi ciri khas kota Indies.

Demikianlah penjelasan tentang sejarah Jalan Asia Afrika Bandung. Semoga membantu! (Ek)