Konten dari Pengguna

Sejarah Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Jalan Daan Mogot, Unsplash/Yusron El Jihan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Jalan Daan Mogot, Unsplash/Yusron El Jihan

Sejarah Jalan Daan Mogot mencerminkan lebih dari sekadar jalur penghubung antara Jakarta dan Tangerang.

Jalan ini membentang sepanjang 27,5 kilometer dari Sukarasa, Kota Tangerang, hingga Grogol di Jakarta Barat. Jalan Daan Mogot juga merupakan bagian dari Jalan Nasional Rute 1 yang melintasi 14 kelurahan.

Di balik riuh kendaraan yang melintasinya setiap hari, tersimpan jejak perjuangan yang lahir dari masa-masa awal kemerdekaan Indonesia.

Sejarah Jalan Daan Mogot

Ilustrasi Sejarah Jalan Daan Mogot, Unsplash/Alvian Hasby

Dikutip dari Instagram @dkijakarta dan situs bpmbkm.uma.ac.id, dalam sejarah Jalan Daan Mogot, nama jalan ini diambil dari nama seorang pejuang dan pelatih orang Manado yang juga merupakan anggota PETA, yaitu Daan Mogot.

Daan Mogot mempunyai nama asli Elias Daniel Mogot dan lahir pada 28 Desember 1928 di Manado. Meski masih berusia 14 tahun, dia telah bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) berkat kemampuannya yang menonjol.

Diketahui PETA adalah organisasi militer bentukan Jepang. Tidak hanya diterima, Daan Mogot bahkan diangkat sebagai pelatih PETA di Bali. Dia kemudian dipindahkan ke Batavia (Jakarta).

Pada usia 16 tahun, dia telah menjadi pemimpin BKR (Barisan Keamanan Rakyat) dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). BKR dan TKR merupakan 2 organisasi yang terbentuk setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Dalam sejarah Jalan Daan Mogot, Daan Mogot menyandang pangkat Mayor, yang menunjukkan sebuah capaian yang luar biasa pada usia yang sangat muda.

Saat berusia 17 tahun, dia diangkat menjadi Direktur Akademi Militer Tangerang atau MAT tetapi pengabdiannya harus terhenti dalam sebuah peristiwa tragis. Dia gugur dalam sebuah peristiwa yang dikenal sebagai Peristiwa Lengkong.

Daan Mogot gugur hanya sebulan setelah dia genap berusia 17 tahun. Sebagai penghormatan terhadap perjuangan dan pengorbanannya, nama Daan Mogot diabadikan sebagai nama salah satu jalan utama di Jakarta dan Tangerang.

Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat kini menjadi simbol pengingat keberanian, kecerdasan, dan semangat juang pemuda Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah Jalan Daan Mogot mengingatkan setiap nama jalan dapat menyimpan kisah besar tentang pengorbanan dan cinta tanah air. (Mey)

Baca juga: Sejarah Nama Jalan Malioboro, Artinya Karangan Bunga?