Sejarah Jalan Gerik-Jeli dan Asal-usulnya yang Unik

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Jalan Gerik–Jeli merupakan bagian penting dari salah satu jalur krusial yang menghubungkan dua negara bagian di Malaysia, yaitu Perak dan Kelantan. Selain berperan sebagai penghubung transportasi utama, jalan ini juga menyimpan asal-usul yang unik.
Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, jalan ini membentang sepanjang lebih dari 120 kilometer melalui kawasan hutan hujan tropis yang lebat di Banjaran Titiwangsa. Hal ini yang menjadikan jalan ini menarik untuk dipelajari.
Sejarah Jalan Gerik-Jeli dan Asal-usulnya yang Unik
Sejarah Jalan Gerik-Jeli adalah latar belakang jalan yang dikenal juga sebagai Jalan Raya Timur–Barat (East–West Highway) dan memiliki kode FT4 (Federal Route 4).
Pembangunannya dimulai pada awal 1970-an dan baru selesai secara resmi pada tahun 1982.
Tujuan utama pembangunannya adalah untuk memperkuat konektivitas antara wilayah barat dan timur Semenanjung Malaysia, khususnya di tengah upaya pemerintah membangun infrastruktur pascamerdeka.
Namun, sejarah Jalan Gerik–Jeli tidak bisa dilepaskan dari tantangan keamanan yang cukup pelik. Pada masa pembangunannya, kawasan ini masih menjadi lokasi aktivitas gerilya oleh kelompok komunis.
Oleh karena itu, proyek jalan ini tidak hanya menjadi proyek teknik sipil biasa, tetapi juga melibatkan unsur militer. Bahkan, banyak pekerja dan tentara yang gugur akibat serangan sabotase.
Nama Gerik berasal dari sebuah kota kecil di Hulu Perak yang dikenal sebagai “Gerik Town,” yang dulunya merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Reman.
Sedangkan Jeli merupakan daerah di Kelantan yang dahulu merupakan perkampungan agraris dan mulai berkembang pesat setelah dibukanya akses jalan ini.
Salah satu keunikan dari Jalan Gerik–Jeli adalah pemandangannya yang luar biasa indah. Jalan ini melewati kawasan Hutan Belum–Temenggor, salah satu hutan hujan tertua di dunia.
Karena itu, jalan ini juga sering digunakan oleh wisatawan yang ingin mengeksplorasi alam Malaysia. Terdapat pula banyak peringatan agar pengemudi waspada terhadap satwa liar yang bisa melintas.
Selain sebagai jalur transportasi, jalan ini juga dianggap sebagai simbol integrasi nasional yang menghubungkan kawasan pantai barat dan timur yang dulunya terpisah secara ekonomi dan infrastruktur.
Hingga kini, sejarah Jalan Gerik–Jeli terus menjadi bagian penting dalam pengembangan wilayah dan transportasi di Malaysia, sekaligus menyimpan nilai sejarah dan keindahan alam yang luar biasa. (Aya)
Baca juga: Sejarah Jalan Otista Bandung dan Kisah di Balik Namanya
