Konten dari Pengguna

Sejarah Jalan Gula Surabaya, Penuh Kenangan Masa Lalu

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah jalan gula Surabaya, foto: unsplash/Dimitar Donovski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah jalan gula Surabaya, foto: unsplash/Dimitar Donovski

Sejarah Jalan Gula Surabaya merupakan bagian penting dari jejak kolonial yang masih tersisa di kota ini.

Mengutip dari situs uns.ac.id, Jalan Gula Surabaya terletak di Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian, kawasan ini memiliki panjang sekitar 100 meter dan dahulu dikenal dengan nama Suikerstraat.

Meski pendek, jalan ini menyimpan banyak cerita tentang aktivitas ekonomi, budaya, dan komunitas Tionghoa di masa lalu.

Sejarah Jalan Gula Surabaya

Ilustrasi sejarah jalan gula Surabaya, foto: unsplash/Sylvia Zhou

Sejak abad ke-17, Jalan Gula telah menjadi bagian penting dari kawasan Pecinan Surabaya, tempat komunitas Tionghoa menetap dan memainkan peran besar dalam perdagangan, khususnya komoditas gula.

Keberadaan rumah-rumah tua milik keluarga Tionghoa seperti keluarga The dan Han yang masih berdiri kokoh hingga kini menjadi bukti nyata jejak sejarah yang tertinggal dari masa kolonial.

Kawasan ini pernah menjadi saksi hidup geliat ekonomi kota, dengan aktivitas bongkar muat gula yang dilakukan melalui jalur air Sungai Kalimas.

Sejarah Jalan Gula tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai pusat distribusi gula pada masa penjajahan Belanda.

Jalan ini menjadi urat nadi pengangkutan hasil bumi dari pedalaman ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Kini, meski perannya dalam industri telah bergeser, atmosfer historis dan budaya Tionghoa yang kuat di Jalan Gula tetap hidup dalam bangunan tua, cerita warga, dan suasana khas yang menjadikannya bagian berharga dari warisan kota Surabaya.

Kota Surabaya sendiri pernah menjadi sentra industri gula di Jawa Timur, lengkap dengan infrastruktur pendukung seperti gudang dan sistem transportasi air.

Aktivitas ini membawa pengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi kolonial dan perkembangan kota.

Selain nilai ekonomi, Jalan Gula juga berperan dalam dinamika budaya lokal. Kawasan ini menjadi tempat berkembangnya sastra Melayu-Tionghoa dan kehidupan sosial masyarakat Tionghoa pada masa lalu.

Keaslian bangunan bergaya kolonial dan suasana vintage yang masih terjaga menjadikan tempat ini salah satu objek wisata sejarah yang menarik di Surabaya.

Kini, Jalan Gula menjadi simbol nostalgia dan tempat ideal bagi pecinta sejarah dan fotografi.

Sejarah Jalan Gula Surabaya menggambarkan bagaimana kawasan kecil bisa menyimpan kenangan besar tentang perdagangan, budaya, dan kehidupan kota tempo dulu yang layak untuk terus dikenang dan dilestarikan. (Mona)

Baca juga: Sejarah Jalan Slamet Riyadi Solo dan Fakta Menariknya