Sejarah Jalan Hayam Wuruk Jakarta, Miliki Sejarah yang Panjang

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Jalan Hayam Wuruk Jakarta mencerminkan perubahan besar tata ruang Batavia dari masa kolonial hingga kini.
Jalan Hayam Wuruk sendiri adalah nama salah satu jalan di Jakarta yang menghubungkan Kota Tua Jakarta dan Kota Baru. Kini, Jalan Hayam Wuruk menjadi salah satu jalan protokol paling sibuk di Jakarta Barat dan kerap menjadi lokasi kegiatan CFD (Car Free Day).
Sejarah Jalan Hayam Wuruk Jakarta
Dikutip dari situs p2k.stekom.ac.id, dalam sejarah Jalan Hayam Wuruk Jakarta, pembangunan Jalan Hayam Wuruk bermula pada tahun 1648 ketika seorang tokoh masyarakat Tionghoa bernama Phoa Beng Gan menggagas pembuatan kanal.
Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi banjir dan memperlancar distribusi barang ke Pelabuhan Sunda Kelapa.
Kanal tersebut dikenal sebagai Molenvliet dan jalan di sisi timur kanal ini kelak dikenal dengan nama Molenvliet Oost yang artinya ‘jalan di sisi timur Molenvliet’. Pada masa itu, wilayah ini masih berupa lahan rawa dan tanah milik pribadi.
Dalam sejarah Jalan Hayam Wuruk Jakarta, sekitar tahun 1800. akses dari kawasan Noordwijk (kini Jalan Juanda) ke Molenvliet Oost belum tersedia karena area di antaranya masih dipenuhi pemukiman pribadi dan kebun-kebun penduduk.
Seiring berjalannya waktu, di sepanjang jalan ini mulai berdiri bangunan-bangunan penting, seperti Hotel Ernst, rumah Beynon, dan tanah perkebunan milik van der Parra.
Rumah Beynon adalah tempat tinggal pejabat dan orang kaya pada masanya dan Hotel Ernst adalah penginapan mewah yang cukup terkenal di era kolonial.
Sementara itu, tanah perkebunan milik van der Parra adalah tanah milik salah satu Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berpengaruh pada abad ke-18.
Pemerintah Indonesia mengganti nama jalan ini menjadi Jalan Hayam Wuruk, merujuk pada Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit yang melambangkan kejayaan Nusantara.
Jalan ini tidak hanya penting sebagai jalur lalu lintas utama tetapi juga menjadi saksi bisu perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya Kota Jakarta selama berabad-abad.
Sejarah Jalan Hayam Wuruk Jakarta membentang lebih dari ratusan tahun. Jalan ini adalah ruang hidup yang terus berubah bersama dinamika Kota Jakarta. (Mey)
Baca juga: Sejarah Jalan Pejaten Raya, Saksi Bisu Dinamika Kota dari Masa ke Masa
