Sejarah Jalan Inhoftank Bandung, Jalan dengan Sejarah yang Unik

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Jalan Inhoftank Bandung menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan panjang kota ini yang tak banyak diketahui oleh masyarakat.
Jalan Inhoftank adalah salah satu nama jalan di Kota Bandung. Nama jalan ini mempunyai sejarah panjang dan menarik.
Dikutip dari buku Babak Kedua Menghijau di Kota Pahlawan, Arjuno Resowiredjo, (217), Kota Bandung sendiri terletak di wilayah Jawa Barat dan merupakan ibu kota Provinsi Jawa Barat.
Sejarah Jalan Inhoftank Bandung
Dalam sejarah Jalan Inhoftank Bandung, nama Inhoftank sebenarnya merupakan bentuk salah eja dari Imhofftank, yang merujuk pada Karl Imhoff (1876-1965), seorang insinyur asal Jerman.
Karl Imhoff adalah penemu sistem pengolahan limbah modern dengan tangki pengendapan berlapis yang dikenal sebagai Imhoff Tank.
Instalasi ini pertama kali dikembangkan di Bandung sekitar tahun 1933 dengan dukungan penuh dari pemerintah Hindia Belanda.
Tujuan awal dibangunnya tangki ini adalah untuk mengolah limbah rumah tangga yang disalurkan lewat pipa tertutup dari wilayah Paledang hingga Tegallega.
Dalam sejarah Jalan Inhoftank Bandung, tidak hanya menangani limbah, instalasi ini juga mengolahnya menjadi pupuk organik dan gas metana.
Saat itu, pupuk organik dan gas metana menjadi sumber energi alternatif. Dilengkapi dengan laboratorium pengujian kualitas, pupuk yang dihasilkan kemudian disalurkan ke daerah pertanian, seperti Lembang, Cisarua, Pangalengan, dan Ciwidey.
Meski menggunakan teknologi masa kolonial, kualitas dari pupuk ini sangat baik dan melalui pengawasan yang ketat, bahkan Karl Imhoff sendiri turut mencium bau pupuk sebagai bagian dari proses pengecekan.
Ketika Jepang menduduki Indonesia, fungsi utama pabrik sebagai penghasil pupuk dihentikan dan difokuskan untuk memproduksi gas metana untuk menggerakkan kendaraan operasional.
Produksi berhenti sepenuhnya setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II dan instalasi tersebut perlahan-lahan tidak lagi difungsikan.
Kini, bekas instalasi itu telah berubah menjadi kawasan padat penduduk dan hanya menyisakan nama Jalan Inhoftank sebagai jejak sejarah.
Warga sekitar sempat menyebut lokasi tersebut sebagai ‘pabrik mes’ dengan ‘mes’ yang berasal dari bahasa Belanda yang berarti pupuk.
Kolam yang dahulunya adalah tangki pengolahan kini sering disalahartikan sebagai kolam biasa, padahal kolam tersebut adalah bagian penting dari sejarah sistem sanitasi Bandung.
Sejarah Jalan Inhoftank Bandung kini menjadi penanda sejarah penting tentang bagaiman Bandung pernah menjadi pelopor dalam teknologi pengolahan limbah pada zamannya. (Mey)
Baca juga: Sejarah Jalan Lengkong Bandung, Jalan Bersejarah di Bumi Priangan
