Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Sejarah Jalan Malioboro sebagai Ikon Wisata di Yogyakarta
28 Desember 2023 20:51 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Saat berkunjung ke Yogyakarta, tentu tak lengkap jika melewatkan waktu menyambangi Jalan Malioboro. Namun, sebelum itu, tahukah kamu sejarah Jalan Malioboro?
ADVERTISEMENT
Fauziah dalam Malioboro Tempo Doeloe: Sejarah Kehidupan Sehari-hari 1890-1950 menyebutkan bahwa Jalan Malioboro ini telah ada pada masa penjajahan Belanda, bahkan juga pernah menjadi lokasi pertempuran.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sejarah Jalan Malioboro, simak kisah lengkapnya di artikel berikut.
Sejarah Jalan Malioboro
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, Jalan Malioboro adalah salah satu area wisata yang menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta.
Sejarah Jalan Malioboro sendiri telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan, jalan ini dibangun oleh pihak pemerintah Belanda. Jalanan ini tak sekadar menjadi jalan raya tempat orang melakukan mobilisasi.
Lebih dari itu, Jalan Malioboro juga menjadi saksi perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Adapun proses pembanguann Jalan Malioboro dilakukan sekitar abad ke-19 untuk pusat perekonomian.
ADVERTISEMENT
Nama Malioboro sendiri populer di masa penjajahan Belanda, terlebih lagi ketika ada pembangunan Benteng Vredeburg pada 1790 yang berada di ujung selatan Jalan Malioboro.
Bukan hanya itu, Belanda juga melakukan beberapa pembangunan, seperti Societeit Der Vereneging Djokdjakarta pasa 1822, The Dutch Governor's Residence pada 1830, Kantor Pos, hingga Javasche Bank.
Jalan Malioboro ini mengalami berbagai perkembangan, seperti meningkatkan hubungan antara pedagang Belanda dan Tionghoa. Selanjutnya, pada 1887, dibangunlah Stasiun Tugu yang membuat Jalan Malioboro terbagi menjadi dua.
Tak berhenti di situ, Jalan Malioboro juga menjadi saksi bisu mengenai peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 antara pasukan Belanda dan pejuang Tanah Air. Pertempuran tersebut berlangsung selama enam jam, sampai akhirnya pasukan Tanah Air berhasil menguasai Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
Sampai saat ini, Jalan Malioboro terus ramai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Bahkan, jalanan tersebut juga masih mempertahankan model aslinya dan menjadi pusat kehidupan masyarakat setempat.
Di dekat Jalan Malioboro, juga terdapat Kantor Gubernur DIY, Pasar Indung Beringharjo, Gedung DPRD DIY, Teras Malioboro, maupun Istana Presiden Gedung Agung.
Demikian penjelasan mengenai sejarah Jalan Malioboro. [ENF]