Konten dari Pengguna

Sejarah Jalur Kereta Api Bandung Sukabumi yang Menyimpan Banyak Cerita

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sejarah Jalur Kereta Api Bandung Sukabumi. pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sejarah Jalur Kereta Api Bandung Sukabumi. pexels/Pixabay

Sejarah jalur kereta api Bandung Sukabumi dimulai pada era kolonial Belanda, yaitu di abad ke-19. Saat itu, Staatsspoorwegen (SS), yaitu perusahaan kereta api milik Belanda, memulai pembangunan jaringan kereta api untuk mendukung ekonomi dan mempermudah transportasi.

Dikutip dari jurnal Transportasi Kereta Api di Jawa Barat Abad ke-19 (Bogor-Sukabumi-Bandung), Lasmiyati, (2017:2), tujuan awal dilakukannya pembangunan transportasi kereta api adalah untuk membantu distribusi hasil bumi dari daerah ke daerah.

Sejarah Jalur Kereta Api Bandung Sukabumi

Ilustrasi Sejarah Jalur Kereta Api Bandung Sukabumi. pexels/Mark Plötz

Sejarah jalur kereta api Bandung Sukabumi dimulai dari permasalahan yang ditimbulkan karena kondisi geografis Indonesia yang menantang. Aktivitas distribusi dilakukan dengan mengangkut hasil bumi dari pegunungan kemudian dibawa ke dataran rendah.

Pada saat itu, binatang digunakan sebagai alat transportasi untuk mengangkut hasil bumi yang akan didistribusikan. Namun, saat musim hujan tiba, kondisi jalan tidak dapat dilalui oleh pengangkut beban binatang.

Walaupun jalan raya sudah dibangun, pengangkut beban tidak diperbolehkan melalui jalan tersebut karena risiko jalanan akan cepat rusak. Oleh karena itu, para pengusaha swasta Eropa mengusulkan pembangunan transportasi kereta api kepada pemerintahan Belanda.

Berdasarkan situs jurnal.unpad.ac.id, pembangunan kereta api terbagi ke dalam tiga tahapan, yaitu tahap pertama untuk pembangunan jalur Bogor-Cicurug sepanjang 27 kilometer pada 5 Oktober 1881, tahap kedua jalur Cicurug-Sukabumi sepanjang 31 kilometer pada 21 Maret 1882, dan tahap terakhir jalur Sukabumi-Cianjur sepanjang 39 kilometer pada 10 Mei 1883.

Pembangunan ini selesai pada tahun 1883 dan sudah dapat efektif dioperasikan. Dengan direalisasikannya pembangunan kereta api, lokomotif ini tidak hanya digunakan untuk mengangkut hasil bumi, namun perlahan menjadi bagian penting dalam mobilitas masyarakat.

Keunggulan Kereta Api Bandung Sukabumi

Ilustrasi Sejarah Jalur Kereta Api Bandung Sukabumi. pexels/Masood Aslami

Keberadaan kereta api berpengaruh besar pada kehidupan kota maupun daerah yang dilaluinya karena kereta api bukan hanya berguna untuk memperlancar distribusi hasil bumi.

Masyarakat pribumi menyambut kehadiran kereta api dengan antusias karena alat transportasi ini merupakan inovasi baru, oleh karena itu banyak orang tertarik untuk mencobanya.

Selain itu, harga tiket yang terjangkau dan kenyamanan transportasi ini membuat berbagai orang mengambil kesempatan untuk menikmati keindahan alam sambil bepergian.

Dari sisi manfaat, pembangunan kereta api mendorong pertumbuhan sosial ekonomi daerah Sukabumi. Perkembangan kota Sukabumi mengalami percepatan karena jumlah penduduknya yang meningkat dengan pesat.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk, perputaran ekonomi daerah ini pun melonjak karena perkebunan yang akan menghasilkan hasil bumi mengalami perkembangan dengan cepat pula.

Sejarah jalur kereta api Bandung Sukabumi merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia.

Hingga saat ini, kereta api masih digunakan sebagai lokomotif untuk mengangkut barang maupun sebagai transportasi darat. (Kemi)

Baca Juga: Sejarah Candi Pringapus, Lokasi, dan Daya Tarik Wisatanya